BGN dan Kejaksaan Agung RI Perketat Pengawasan Program MBG

seputartuban.com, TUBAN – Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kejaksaan Agung RI menggelar sosialisasi pengawasan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro, Rabu (1/4/2026). Bertempat di pendopo krido Manunggal.

Acara tersebut juga turut dihadiri oleh  Wakil Ketua BGN, Sony Sanjaya, Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI, Prof. Reda Manthovani, serta jajaran kepala daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD) dari Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro.

Wakil Ketua BGN, Sony Sanjaya, menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawasi jalannya program MBG. Hal ini mengingat besarnya anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk program peningkatan gizi. “BGN kini mewajibkan seluruh SPPG memiliki akun media sosial sebagai sarana pelaporan terbuka kepada publik, mulai dari jenis menu hingga rincian harga makanan,” ungkapnya.

Sony menjelaskan,Selain kontrol sosial, pengawasan program MBG juga dilakukan secara berlapis dengan melibatkan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) serta aparat penegak hukum (APH). “ Kami mengapresiasi inovasi sistem “Jaga Dapur MBG” yang diinisiasi Kejaksaan sebagai langkah preventif terhadap potensi penyimpangan,” jelasnya.

Sementara itu, Jamintel Kejagung RI Prof. Reda Manthovani menyampaikan bahwa sistem pelaporan yang diterapkan bersifat dua arah, yakni menampung keluhan sekaligus apresiasi dari masyarakat sebagai bahan evaluasi berkelanjutan.

Ia menambahkan, setiap laporan yang masuk akan diverifikasi secara ketat bersama Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) untuk memastikan validitas informasi.“Laporan masyarakat akan diverifikasi bersama Abpednas untuk memastikan kebenarannya,” ujarnya.

Pihaknya berharap, melalui sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat, program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat berjalan tepat sasaran serta mampu meningkatkan kualitas gizi generasi masa depan Indonesia. “Dengan sinergitas antar pemerintah dengan penegak hukum, diharapkan program MBG ini dapat tepat sasaran dan meningkatkan kualitas gizi,” katanya. RHOFIK SUSYANTO

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses