Jalan Rusak Dampak Portal Jalan, OPD Masih Saja Diam

seputartuban,com, SINGGAHAN – Kerusakan jalan di jalur Singgahan–Montong, Kabupaten Tuban, kian memprihatinkan. Sepanjang ruas jalan tersebut terdapat banyak lubang jalan. Kondisi ini membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.

Hasil pantauan seputartuban.com selama ini menyebutkan kawasan ini sering dilakukan tambal jalan berlubang. Namun kondisi jalan kembali berlubang dalam waktu tidak lama. Berbagai faktor menyebabkan jalan tidak dapat bertahan lama. Diantara waktu perbaikan hingga kendaraan bertonase besar bebas melintas di kawasan ini. “Baru ditambal beberapa hari sudah rusak lagi. Kendaraan besar tetap lewat terus, apalagi kalau hujan jadi cepat hancur,” ujar salah satu warga sekitar.

Diperparah karena badan jalan yang tidak seharusnya dilalui kendaraan bertonase besar tidak ada tindakan dari pihak terkait untuk menghentikannya. Truk pengangkut BBM, truk tambang hingga kendaraan besar pengangkut mesin-mesin tambang minyak bebas leluasa melintas. Karena portal jalan di perempatan jojogan tinggal 1 tiang saja. Sehingga kendaraa besar bebas melintas tanpa halangan.

LEBIH TONASE : Kondisi ruas jalan yang amblas karena beban jalan tidak sebanding dengan tonase kendaraan. RHOFIK SUSYANTO/seputartuban.com

Plt Kepala Bidang Binamarga, Dinas PUPR PRKP Kabupaten Tuban, Tri Mulya saat dikonfirmasi terkait banyaknya kerusakan jalan Singgahan–Montong tidak memberikan jawaban secara rinci. Pihaknya hanya menyampaikan bahwa kendaraan yang melebihi tonase kelas jalan diminta berkoordinasi dengan lembaga lalu lintas angkutan jalan( LLAJ).

“Terkait dengan penertiban dituangkan dalam berita acara dan ingin lebih jelasnya silahkan kordinasi dengan LLAJ,” pungkasnya. Kamis (21/5/2026). Disampaikan nomor berita acara nomor : 500.11/9/F-LLAJ/IV/2026 tentang rapat forum lalu lintas dan angkutan jalan membahas portal dan evaluasi ring road. Dilakukan pada kamis 23 April 2026.

Banyak lubang jalan menganga di sepanjang jalan Jojogan-Montong. Mulai kawasan nglirip, hingga sekitar kerawak, guwoterus dan lainnya.

Kondisi serupa juga terjadi di portal Jatirogo-Bulu, Bancar. Meski masih terdapat 2 tiang portal, namun kondisinya seolah jadi aksesris jalan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Pasalnya kondisi tiang miring dan memudahkan truk tronton pengangkut hasil tambang pasir kuarsa bebas melintas. Sedangkan portal dari arah sebaliknya, yakni Bulu, Bancar – Jatirogo masih normal dan berfungsi. Nampak truk pengangkut tronton LPG harus membuka portal dengan kunci saat akan melintas. RHOFIK SUSYANTO

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses