Inilah Fakta-Fakta di Balik Kunjungan Presiden Republik Indonesia

seputartuban.com, MERAKURAK – Kunjungan Presiden Republik Indonesia ke wilayah Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Sabtu (16/05/2026) disambut antusias oleh masyarakat. Warga dari berbagai desa tampak memadati sejumlah titik untuk melihat langsung dan menyapa orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Namun dibalik antusiasme masyarakat, muncul sejumlah fakta yang menjadi sorotan publik. Salah satunya terkait adanya instruksi kepada siswa-siswi tingkat SMP untuk turut serta dalam agenda penyambutan Presiden RI.

Informasi yang dihimpun seputartuban.com menyebutkan, melalui group WhatsApp siswa diperintahkan hadir di lokasi penyambutan dengan membawa bendera merah putih yang dibeli secara mandiri. Bahkan, terdapat siswa dari sekolah sekitar area Lapangan Desa Puncangan, Kecamatan Montong yang sebelumnya telah pulang sekolah, namun diminta kembali untuk mengikuti kegiatan penyambutan Presiden RI.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari sejumlah wali murid dan masyarakat terkait mekanisme pelibatan pelajar dalam agenda kenegaraan tersebut. Terutama menyangkut unsur kewajiban dan pembiayaan atribut penyambutan. “Begitu pentingnya sampai harus melibatkan siswa secara mandiri, apa harus begini caranya,” ungkap salah satu wali murid.

Saat dikonfirmasi mengenai adanya instruksi kepada siswa untuk mengikuti penyambutan Presiden RI serta kewajiban membeli bendera merah putih secara mandiri, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Irma Putri Kartika, belum memberikan tanggapan, Sabtu (16/5/2026).

Selain pelibatan pelajar, persiapan lokasi kunjungan juga menjadi perhatian masyarakat. Kondisi medan yang becek di area yang akan dilalui rombongan presiden membuat pihak terkait melakukan pengurukan menggunakan pasir kuarsa.

Informasi di lapangan menyebutkan sedikitnya tiga rit kendaraan L300 dikerahkan untuk mengangkut material pasir kuarsa guna memperbaiki akses di lokasi kunjungan agar dapat dilalui kendaraan rombongan Presiden RI.

Sementara itu, lahan yang rencananya digunakan sebagai area pendaratan helikopter presiden disebut telah diuruk menggunakan limbah semen rijek dengan ketebalan sekitar 40 sentimeter dan difungsikan sebagai area parkir tamu undangan VIP.

Sejumlah warga menilai persiapan kunjungan kepala negara memang wajar dilakukan demi faktor keamanan dan kelancaran agenda. Namun di sisi lain, masyarakat juga berharap seluruh proses pelibatan masyarakat, termasuk pelajar, dilakukan secara proporsional dan tidak menimbulkan beban tambahan. RHOFIK SUSYANTO

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses