seputartuban.com, TUBAN – Kebakaran hebat kembali melanda Pasar Baru Tuban di Jalan Gajah Mada, Kamis (24/4/2026) dini hari sekitar pukul 03.10 WIB. Peristiwa ini menghanguskan sedikitnya 41 kios dan los pedagang.
Api diketahui sudah membesar saat pertama kali terlihat warga. Salah satu saksi, Nuril, mengaku tidak mengetahui awal mula kebakaran, namun api dengan cepat merambat dari sisi utara ke selatan pasar. “Pas kami sampai, api sudah besar. Tidak tahu awalnya bagaimana,” ujarnya.
Petugas pemadam kebakaran dari Satpol PP dan Damkar Tuban langsung bergerak dengan mengerahkan sejumlah armada dari berbagai pos, termasuk Mako, Singgahan, dan Rengel. Unit pemadam berukuran kecil juga diterjunkan untuk menjangkau area sempit di antara kios.
Proses pemadaman turut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mempercepat penanganan serta melakukan pembasahan agar tidak muncul kembali titik api.
Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP dan Damkar Tuban, Sutaji, menyebut dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Namun, penyebab pasti masih dalam pendalaman. “Informasi awal mengarah ke korsleting listrik, namun masih kami dalami,” jelasnya.
Kepada media, Kapolres Tuban, AKBP Alaiddin, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur untuk menyelidiki penyebab kebakaran. Saat ini, lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi.
“Kami sudah mengundang tim forensik untuk mencari tahu titik awal api. Sementara area terdampak kami tutup, sedangkan bagian lain tetap beroperasi,” ujarnya.
Berdasarkan pendataan sementara, kerugian material diperkirakan mencapai Rp200 juta hingga Rp250 juta. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Kebakaran ini menambah catatan panjang insiden serupa di Pasar Baru Tuban. Sebelumnya, kebakaran juga terjadi pada tahun 1999 dan 2020, yang menimbulkan kerugian besar bagi para pedagang.
Sedangkan Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, kepada wartawan menyampaikan perlunya penataan ulang tata letak pasar untuk mencegah kejadian berulang. Menurutnya, aspek keamanan harus menjadi perhatian utama dalam pengelolaan pasar.
“Pasar Baru ini sudah beberapa kali mengalami kebakaran. Ke depan perlu penataan yang lebih detail agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya saat meninjau lokasi.
Pada akhirnya, kebakaran yang terus berulang menjadi peringatan serius bagi pengelolaan pasar tradisional. Warga dan pedagang menunggu langkah nyata, bukan sekadar penanganan setelah kejadian.

