seputartuban.com, MERAKURAK – Kerusakan ruas jalan penghubung Kecamatan Merakurak–Jenu kembali menjadi sorotan publik. Kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang dikeluhkan warga karena membahayakan, terutama pada malam hari saat minim penerangan.
Sejumlah kecelakaan lalu lintas dilaporkan kerap terjadi di jalur tersebut. Jalan ini juga dikenal sebagai akses vital yang menunjang aktivitas industri di kawasan setempat.
Beberapa perusahaan beroperasi di sepanjang jalur itu, termasuk PT Sumber Aneka Gas (SAG) Tuban yang merupakan anak usaha PT Super Energy Tbk. Perusahaan tersebut mengelola fasilitas pengolahan gas di Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak.
Fasilitas yang beroperasi sejak Januari 2025 itu mengolah gas dari Lapangan Sumber milik PHE Tuban East Java menjadi Compressed Natural Gas (CNG). Aktivitas ini turut meningkatkan mobilitas kendaraan berat di kawasan tersebut.
Selain itu, kendaraan dari aktivitas pertambangan ilegal serta distribusi logistik juga dinilai berkontribusi terhadap kerusakan jalan. Muatan material yang melebihi kapasitas hingga kendaraan tangki BBM disebut mempercepat kerusakan infrastruktur.

Satuan Lalu Lintas Polres Tuban melalui Kanit Turjawali, Risky Dwi Prasetyo, menyatakan pihaknya masih menunggu hasil rapat koordinasi lintas instansi. Langkah lanjutan akan ditentukan setelah pembahasan bersama dinas terkait.
“Kami menunggu hasil rapat koordinasi dengan dinas terkait setelah momentum Iduladha. Apapun keputusannya, kami siap menjalankan sesuai tugas dan fungsi, termasuk penegakan hukum di lapangan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Hingga saat ini, pemerintah daerah belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan menyeluruh atas kerusakan jalan Merakurak–Jenu. Dinas terkait juga belum menyampaikan sikap terbuka kepada publik.
Masyarakat berharap adanya langkah konkret dan terintegrasi antara pemerintah dan pihak industri. Mereka menilai kondisi jalan tidak bisa dibiarkan berlarut karena berdampak langsung pada keselamatan pengguna jalan.
Pada akhirnya, infrastruktur jalan bukan hanya penunjang ekonomi, tetapi juga menyangkut keselamatan warga. Publik menunggu kejelasan tanggung jawab dan langkah nyata, bukan sekadar koordinasi. RHOFIK SUSYANTO
