KEREK

warga saat reses, Sabtu (7/11/2015) malam.
seputartuban.com – Anggota DPRD Tuban dari Fraksi Golkar Sejahtera, Rakhmad, panen aduan masyarakat saat menggelar reses di Dusun Tegalpojo, Desa Kasiman, Kecamatan Kerek, Sabtu (7/11/2015) malam.
Sejumlah masalah yang diwadulkan adalah kesehatan dan pertanian. Sementara dari sektor pendidikan warga meminta agar ada perhatian pemerintah terhadap warga lanjut usia serta penyakit mata (pandangab yang mulai berkurang).
Sedangkan bidang pertanian warga berharap agar harga hasil panen tidak turun pada saat panen. Sehingga para petani tidak selalu merugi dengan turunnya harga tiap kali waktu panen.
“Warga mengusulkan beberapa masalah baik itu sektor kesehatan dan pertanian. nanti hal itu yang akan kita perjuangkan agar ada tindak lanjut dari pemerintah,” kata Rakhmad.
Selain menerima aspirasi masyarakat, dalam acara tersebut Rakhmad memberikan bantuan sembako kepada masyarakat. Serta memberikan hadiah kepada warga yang mau bertanya dan menyampaikan keluhannya, ini dilakukan sebagai bentuk motivasi terhadap warga.
Sebelumnya kegiatan serupa juga dilakukan di beberapa tempat, diantaranya Dusun Penemon, Desa Kedungrejo, Desa Hargoretno Kecamatan Kerek, serta Desa Tobo, Kecamatan Merakurak.

Dari hasil jaring aspirasi tersebut keluhan masyarakat juga sama. Perlu adanya peningkatan kesejahteraan terhadap petani. Sebab mayoritas berprofesi sebagai petani. “Pada umumnya masyarakat meminta agar nasib para petani lebih diperhatikan,” tegas dia.
Rohmad mengakui jika para petani selama ini masih belum mendapatkan jaminan dari pemerintah terkait penyedian pupuk. Termasuk harga hasil panen yang selalu dimainkan oleh para tengkulak. Untuk itu perlu adanya peran serta pemerintah dan lebih serius menangani masalah tersebut.
“Peran aktif pemerintah terhadap kebutuhan petani sangat dibutuhkan. Harus kita akui saat ini kondisi di bawah masih belum maksimal,” ungkap politisi PKS ini.
Selain itu, imbuh Rohmad, peningkatan pengawasan terhadap pemanfaatan bantuan alat pertanian yang diduga hanya dimanfaatkan untuk ketua kelompok sajan harus lebih diperketat. Sehingga program tersebut tidak
mengena atau tepat sasaran.
“Pengawasan pemanfaatan bantuan alat pertanian perlu diawasi, sebab tidak tepat sasaran,” tabdas Rakhmad. MUHLISHIN
