seputartuban.com, BOJONEGORO – Wisuda ke-19 Institut Sains dan Teknologi Insan Cendekia Husada (ISTEK ICsada) Bojonegoro periode Oktober 2026 menghadirkan konsep berbeda dibandingkan penyelenggaraan wisuda tahun-tahun sebelumnya. Tidak hanya berfokus pada prosesi akademik, tahun ini kegiatan dikemas dengan pengabdian kepada masyarakat berupa pemeriksaan kesehatan gratis, pesta kopi, serta momentum bersejarah dengan meluluskan wisudawan perdana Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek).
Prosesi Wisuda ke-19 tersebut diselenggarakan pada Rabu (28/10/2026), di salah satu hotel kawasan Jalan Veteran, Kabupaten Bojonegoro. Sebanyak 101 wisudawan dari dua fakultas mengikuti prosesi wisuda dan pengukuhan profesi. Rinciannya, 12 lulusan berasal dari Fakultas Saintek dan 89 lulusan dari Fakultas Kesehatan.
Tiga hal tersebut menjadi pembeda utama Wisuda ke-19. Kampus tidak hanya menjadikan wisuda sebagai perayaan keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga menghadirkan kegiatan sosial, ruang kebersamaan, sekaligus menandai perkembangan bidang pendidikan yang dikelolanya.
Kehadiran 12 lulusan perdana Fakultas Saintek menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan ISTEK ICsada. Mereka berasal dari Program Studi S1 Rekayasa Perangkat Lunak dan S1 Bisnis Digital. Untuk pertama kalinya, kampus melahirkan lulusan di bidang teknologi dan bisnis digital, melengkapi kiprahnya dalam pendidikan kesehatan.
Pembeda berikutnya adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pemeriksaan kesehatan gratis. Kegiatan ini menjadi wujud penerapan ilmu pengetahuan dan kompetensi yang dikembangkan kampus agar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kehadiran kegiatan tersebut memberikan makna lebih pada penyelenggaraan wisuda. Momentum kelulusan tidak hanya dirayakan mahasiswa, keluarga, dan sivitas akademika, tetapi juga diisi dengan aktivitas yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.
Sementara itu, pesta kopi menjadi warna tersendiri dalam rangkaian Wisuda ke-19. Kegiatan ini menghadirkan suasana kebersamaan dan memberikan pengalaman berbeda bagi para wisudawan, keluarga, serta tamu yang hadir.
Rektor ISTEK ICsada Bojonegoro, Hj. Nurul Jariatin, S.H., M.Kn., dalam sambutannya menegaskan bahwa pengembangan institusi diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan dan relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Sebagai teaching university, ISTEK ICsada berfokus mencetak lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Karena itu, penjaminan mutu menjadi bagian penting dalam pengembangan institusi,” ungkapnya.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui capaian kelulusan Uji Kompetensi (UKOM) D3 Kebidanan sebesar 100 persen selama tiga tahun berturut-turut. Sementara kelulusan Profesi Ners mencapai 95–98 persen, secara konsisten berada di atas rata-rata nasional.
Pada Fakultas Saintek, hampir 90 persen lulusan perdana disebut telah diterima bekerja dalam waktu kurang dari enam bulan. Rektor juga memaparkan bahwa alumni ISTEK ICsada telah terserap di berbagai sektor, mulai dari rumah sakit swasta, ASN, Puskesmas, BUMN, perusahaan migas hingga luar negeri. Tiga alumni bahkan telah bekerja sebagai perawat di Jepang.
Menurut Rektor, pengembangan pendidikan juga dilakukan melalui pembelajaran terintegrasi yang mendorong mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian masyarakat dan pendampingan UMKM. Kampus juga telah menyelenggarakan kompetisi Business Model Canvas (BMC) tingkat nasional yang diikuti lebih dari 100 perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Di sisi lain, Rektor turut memohon doa restu atas rencana pengembangan Kampus 2 Terintegrasi berbasis agroforestri di Banjarsari. Pengembangan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat fasilitas pendidikan dan mendukung pertumbuhan institusi ke depan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Dharma Cendikia, H. Hasan Bisri, S.E., M.SA., menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan wali mahasiswa yang telah memberikan kepercayaan kepada ISTEK ICsada untuk mendidik putra-putrinya hingga menyelesaikan pendidikan tinggi.
Ia juga menyoroti semakin luasnya jangkauan mahasiswa, khususnya melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang diikuti peserta dari berbagai wilayah Indonesia, di antaranya Papua, Bangka Belitung, dan Kalimantan.
“ISTEK ICsada mengembangkan tiga pilar keilmuan, yakni kesehatan, bisnis digital, dan rekayasa perangkat lunak. Bidang kesehatan berperan menjaga kualitas kehidupan manusia, bisnis digital membuka peluang usaha dan inovasi ekonomi, sedangkan rekayasa perangkat lunak menghadirkan solusi teknologi serta peluang kemandirian bagi lulusannya,” jelasnya.
Hasan Bisri juga mengungkapkan bahwa yayasan telah menyiapkan lahan seluas lima hektare di wilayah Banjarsari untuk pembangunan Kampus 2. Pengembangan tersebut dilakukan karena kapasitas lokasi Kampus 1 dinilai sudah tidak lagi mencukupi untuk menampung pertumbuhan jumlah mahasiswa.
Ia berharap para lulusan tidak hanya membawa gelar akademik setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mampu menunjukkan karakter, kompetensi, dan memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat. Wisuda ke-19 akhirnya tidak hanya mencatat bertambahnya jumlah lulusan, tetapi juga menjadi penanda perkembangan ISTEK ICsada. Perpaduan pengabdian masyarakat melalui pemeriksaan kesehatan gratis, pesta kopi, dan kelulusan perdana Fakultas Saintek menjadi tiga pembeda yang memberikan karakter tersendiri pada penyelenggaraan wisuda tahun 2026.

