seputartuban.com, TUBAN – Kondisi jalan poros utama Montong-Jojogan, kawasan Gunungtriman, kawasan Desa Montongsekar, Kecamatan Montong, atau sisi timur kantor urusan agama (KUA) Kecamatan Montong, selama beberapa hari kondisinya membahayakan. Pasalnya kondisi badan jalan tertutup tanah bercampur kerikil.
Kondisi ini sudah berulang kali di kawasan ini, namun nyatanya tidak pernah berubah. Menunggu banyak protes baru ada respon dilakukan pembersihan. Kondisi kembali terulang, Selasa (23/12/2025). Setelah hujan lebat, kondisi jalan kembali tertutup tanah bercampur kerikil.
Kondisi ini membahayakan pengguna jalan, khususnya roda 2. Karena ketika kering, jalan potensi menyebabkan ban selip akibat kerikil. Sedangkan kondisi saat hujan, juga menjadi licin. Bahkan para pengemudi roda 4 saat melewati kawasan ini juga melambatkan laju kendaraannya.
Hasil pantaun seputartuban.com, nampak pada Selasa (23/12/2025) sore, sejumlah orang sedang membersihkan kawasan ini. Namun hanya pada bagian yang menjadi lokasi keluar akses truk yang memuat hasil tambang pasir kuarsa. Sedangkan bagian lain dibiarkan.
Salah satu pengguna jalan, Ahmad (30), mengeluh kondisi jalan ini terkesan dibiarkan. Padahal kondisinya dinilai membahayakan. “Kalau kering bisa terpeleset kalau basah bisa licin. Kita harus hati-hati melewati jalan itu. Yang bahaya kalau kondisi malam dan tidak sering lewat jalan ini,” keluhnya.
Kawasan ini langganan kondisi serupa saat usai hujan lebat. Pasalnya aliran air dari perbukitan kawasan utara jalan mengalir deras bercampur tanah dan kerikil. Kemudian usai hujan, mengendap di badan jalan. Nal

