Penulis : Hanafi
TUBAN
Aksi Teatrikal oleh Art Poria yang bekerjasama dengan Sasana Seni Tuban, diawali dengan atraksi Gantung Diri dengan duduk di kursi pada tiang baliho. Seorang aktivis teater, Satria Angga Meia P, mahasiswa semester 6 fakultas Seni itu duduk di kursi berwarna putih, sambil diikat kedua kakinya dengan lakban hitam. Kursi dikaitkan dengan tali untuk menariknya keatas.
Aksi teatrikal ini menggambarkan bentuk apresiasi, bahwa dengan duduk disebuah kursi yang di tarik keatas, menggambarkan ketika seseorang duduk sama rata, mewakili sebuah cerita terjadinya sebuah batas atau jarak dimana kesalahan yang terjadi bagi kaum miskin.
Dalam hal ini rakyat jelata jika mengalami kesalahan, maka akan ditindak tegas sesuai aturan hukum. Namun apabila kesalahan tertuju pada Pemerintah atau orang yang berkuasa, maka aturan hukum sudah tidak dipakai lagi, bahkan musnah.
“Saya senang dengan suksesnya atraksi treatikal ini, karna ini merupakan bentuk apresiasi diri untuk masyarakat yang kurang mendapatkan tempat yang sama dalam hukum, serta minimnya pengetahuan tentang budaya,” tuturnya Satria Angga Meia P usai pertunjukan.
Foto : Aksi teaterikal yang dilakukan para seniman mahasiswa
