Penulis : Hanafi
KEREK
Puluhan kendaraan pengangkut bahan baku semen itu sempat terhenti, dan baru dapat kembali normal setelah Kapolres Tuban, AKBP Awang Joko Rumitro datang menemui para pendemo, untuk meredam massa dan melakukan negoisasi.
Sebelumnya pendemo melakukan pemblokiran akses jalan produksi dan menginginkan kedatangan Kapolres sebagai bantuan mediasi tuntutan pendemo. Para pendemo sembari menyuarakan tuntutannya melakukan orasi dengan berjoget.
Akhirnya Kapolres datang setelah aksi blokir jalan berjalah hingga 2 jam lebih, dan dengan tegas Kapolres memberikan intruksi untuk menjalankan Dum Truck itu.
“Saya intruksikan kepada jajaran kepolisian, agar menindak tegas setiap ada pelanggaran,” tegasnya.
Apabila para pendemo masih bisa diajak untuk mediasi secara baik baik dan bisa sejalan dengan peraturan tanpa ada yang dirugikan tetap diamankan dan dijaga. Namun apabila sudah tidak bisa diajak mediasi maka harus ditindak tegas sesuai Pengamanan Umum unjukrasa.
“Bila tidak mau diajak mediasi dengan baik saya intruksikan langsung tindak tegas, kita tidak boleh lemah dengan mereka,” tegas Kapolres.
Usai diberi ketegasan oleh Kapolres, massa akhirnya membuka akses jalan dan melakukan mediasi dengan pejabat Semen Gresik untuk menyampaikan tuntutanya.
Foto : Kapolres Tuban, AKBP. Awang J Rumitro saat berada dilokasi demo
