Penulis : Hanafi
SEMANDING
Sekretaris, Dinas Perekonomian dan Pariwisata, Kabupaten Tuban, Endang Trimedyain, saat dikonfirmasi seputartuban.com, menjelaskan bahwa, siraman tahunan ini dimaksud untuk memberikan motivasi bagi para pelaku seni tradisional langen tayub di Bumi Ronggolawe. “Kedepan agenda kami wisata seni yang bisa ditampilkan atau disajikan akan lebih ditingkatkan, dari hari ini, “ungkapnya.
Terkait adanya penurunan jumlah peserta siraman ini, Sekretaris dinas yang juga seorang dosen ini mengungkapkan karena banyak aspek. “Mungkin karena salah satu sesepuh Waranggono ada yang sakit, sehingga mempengaruhi juga. Nantinya tetap akan kami kembangkan tanpa menghilangkan ke-khasan langen tayub, ” tandasnya.
Hal ini dimaksudkan untuk bersedekah, dan meminta berkah kepada tuhan Yang Maha Esa agar diberi kelancaran dan banyak menerima panggilan pentas langen tayub. Sehingga para wanita-wanita berparas ayu ini melakukan ritual akhir dengan meminum dan mengusap air sumber ke keningnya sebanyak tiga kali.
“biar saya lancar rejekinya, banyak tanggapan. Dalam pentas juga aman. ini kan ritual sesepuh jadi saya harus mengikutinya,” ungkap Sulastri, Waranggono asal Kecamatan Jatirogo.
Foto : Prosesi siraman waranggono
