Penulis : Hanafi / Muhaimin
TUBAN
Sementara dikawasan selatan, barat dan timur Kabupaten Tuban, timbunan juga masih aman saja dalam menjalankan operasinya dengan jumlah lokasi juga belasan. Dengan taksiran per-hari mencapai puluhan ribu liter solar. Beberapa diantaranya masih melakukan aktivitas, namun beberapa diantara lainya menghentikan sementara proses timbunan solar subsidinya.
Modus mereka beragam, mulai dengan merekrut warga untuk beli solar lalu ditimbun. Dan ada pula yang meminta warga membeli solar ditampung dulu dirumahnya masing-masing, kemudian jika mobil tangki sudah datang baru diminta mengantarnya.
Seperti yang diungkapkan pria paruh baya di kawasan selatan Kabupaten Tuban ini. Dia mengatakan bahwa sudah sepekan ini tidak lagi menimbun solar. Karena menurutnya saat ini rawan ditangkap petugas. Saat sejumlah wartawan mendatangi lokasi ini terdapat seorang pria paruh baya, seorang pemuda dan seorang ibu rumah tangga.
Dilokasi ini terdapat 3 buld bekas penampungan solar yang masih nampak basah. “sekarang sudah libur mas, karena banyak yang ditangkap,” ungkap pria itu sambil santai.
Para pengusaha nakal ini nampaknya sangat tergiur dengan selisih harga solar subsidi dengan non subsidi sekitar Rp. 5.400 per-liternya. Sehingga jika mereka mampu menampung ribuan liter solar subsidi per-hari, maka semakin berlipat pula keuntungan mereka.
Sementara itu, kasus timbunan solar di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban yang terungkap akibat kebakaran beberapa waktu lalu, saat ini masih ditangani Unit II Satreskrim Polres Tuban. Berdasarkan sumber di Mapolres menyebutkan bahwa kasus ini masih dalam penyelidikan dan sudah menggali informasi dari 3 orang saksi.
Foto : Lokasi timbunan solar yang lagi libur operasional dan aktivitas timbunan solar disebuah tempat
