Operasi Sikat Semeru 2022, Polres Tuban Ungkap Belasan Kasus

seputartuban.com, TUBAN – Dalam pelaksanaan Operasi sikat Semeru 2022 yang di laksanakan selama 12 hari sejak mulai 19-30 September 2022, Polres Tuban berhasil mengungkap  belasan kasus.

Kapolres Tuban, AKBP Rahman Wijaya mengungkapkan, Operasi Sikat Semeru dilaksanakan dengan sasaran tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat). Pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pungli, premanisme, penyalahgunaan senjata tajam (sajam), dan penyelundupan.

“Rinciannya curat 10 kasus, curas satu kasus, curanmor satu kasus, dan penyalahgunaan sajam terdapat dua kasus, terdiri dari satu kasus penganiayaan dan satu kasus pembunuhan,” ungkap AKBP Rahman Wijaya, dalam konferensi pers di halaman Satreskrim Polres Tuban. Rabu (05/10/2022).

Salah satunya kasus pencurian yang terdapat sejumlah tersangka anak di bawah umur, yang terjadi  di wilayah Kantor Perhutani KPH Kebonharjo, kawasan Suwedang, Desa Kebonharjo, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban. Para terduga pelaku berinisial MNI (14), ASA, (14), JAR (14) dan SAR (14).

Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa 3 batang besi pagar, 2unit sepeda motor, sebuah palu, sebuah tang dan sebuah kapak. Para tersangka diancam pasal 363 ayat 1 ke 4e dan 5e KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

Kemudian, kasus pengeroyokan terhadap dua anak, yang dilakukan oknum kelompok perguruan pencak silat. Yang terjadi di tepi jalan Plumpang-Rengel, Desa Banjaragung, Kecmatan Rengel pada 24 September 2022 lalu.

Dengan tersangka inisial MK (19), asal Desa Talun, Kecamatan Plumpang, INJS, (19) warga Desa Plumpang, MA (20), ASN (20) warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, MRPF (18) warga Desa/Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Dan 4 anak dibawah umur yakni ABH (14) asal Desa Banjaragung, Kecamatan Rengel, ABH (17) asal Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang, ABH (15) asal Desa Banjaragung, Kecamatan Rengel, dan ABH (16) asal Desa Trutup, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban.

Kejadian bermula  sejak saat dua korban hendak membeli makan ke wilayah Kecamatan Plumpang, dengan mengendarai sepeda motor berboncengan. Setelah sampai timur SMAN 1 Rengel korban dihentikan oleh sekelompok orang tak dikenal. Usai korban berhenti kemudian secara bersama-sama, terduga pelaku menggeledah tubuh korban.  Kemudian mereka membuka jok dan di dalam jok terdapat baju sakral (seragam pencak silat) milik korban. Setelah ditemukan seragam tersebut , lalu dengan spontan menganiaya kedua korban secara bersama-sama.

Lebih lanjut, Kapolres Tuban menjelaskan, akibat kejadian ini dua korban ABH (16) mengalami luka terbuka di betis sebelah kanan, punggung tangan kanan, pergelangan tangan kanan, pangkal lengan kanan dan memar di wajah .sedangkan korban ABH (17) mengalami luka gores pada kepala dan memar di wajah korban.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap 11 orang saksi dan tersangka, ditetapkan tersangka sebanyak 9 orang, di antaranya 5 orang dewasa dan 4 anak di bawah umur, kemudian melakukan penahanan kepada 5   orang tersangka, kami masih melakukan pengembangan perkara terhadap tersangka yang belum tertangkap yang diduga sebanyak 50 orang,” jelasnya.

Selain mengamankan tersangka, polisi berhasil menyita  barang bukti antara lain,satu buah golok. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya para tersangka dijerat dengan  pasal 80 Ayat (2) atau (1) Jo 76 C UUD RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 5  tahun. RHOFIK SUSYANTO

Print Friendly, PDF & Email