Published On: Jum, Sep 4th, 2020

Mundur Dari Ketua DPC, De Anwar Pilih Mbak Ana Jadi Pasangan Terakhir

seputartuban.com, TUBAN – Kejadian terbaru menghebohkan jagat politik di Kabupaten Tuban. Dengan mundurnya H. Muhammad Anwar dari jabatannya Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tuban. Dia membuat surat pengunduran dirinya ditujukan kepada Ketua DPP Demokrat tertanggal 2 September 2020. Mundurnya De Anwar (panggilan H. Muhammad Anwar) karena akan mendaftarkan diri sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati dari partai lain.

Dalam surat pengunduran dirinya yang mulai tersebar sejak dia menandatangani itu disampaikan karena dia tidak dapat menjalankan kewajibannya selaku Ketua DPC Partai Demokrat Tuban. Sehingga dia mengundurkan dirinya dari jabatannya.
Saat dihubungi seputartuban.com dia menegaskan bahwa dia tidak dapat mendampingi calon yang diusung Partai Demokrat dan Golkar. Karena dia juga akan mendaftarkan diri menjadi pasangan calon dengan tokoh lain dan dari partai lain.

“Karena pendaftaran di KPU, calon harus didampingi Ketua atau Sekretaris DPC. Maka demi kelancaran pasangan calon (Golkar-Demokrat) saya sebagai Ketua DPC PD tidak mungkin bisa melaksanakan tugas itu karena bersamaan ikut nyalon juga,” tegasnya, Kamis (3/9/2020).

Disoal beredarnya kabar bahwa dia akan berpasangan dengan Khozanah Hidayati (Mbak Ana), merupakan kader PKB sekaligus anggota DPRD Jatim itu, ia membenarkan. Namun disoal dengan partai apa saja koalisinya, ia belum mengungkapkan, “Ya”, katanya singkat.

Diketahui, mundurnya De Anwar menjelang pendaftaran pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tuban dalam Pilkada 2020 ini memungkasi pemetaan pertarungan Pilkada Tuban. Arah partai dan tokoh sudah semakin jelas menjadi 3 poros pasangan bakal calon. Berdasarkan kepastian terakhir berpasangan, pertama Aditya Halindra Faridzki-Riyadi. Kemudian Setiajit – Armaya Mangkunegara serta Khozanah Hidayati – Muhammad Anwar.

De Anwar sebelumnya salah satu inisiator Poros Perubahan bersama lintas partai. Yakni Demokrat 5 kursi, PAN 3 kursi, PPP 2 kursi dan NasDem 2 kursi. Dia juga mendaftar sebagai bakal calon bupati bersama tokoh lainnya dalam koalisi tersebut. Namun dinamika politik, poros tersebut pecah kongsi. Bahkan DPP Partai Demokrat memberikan rekomendasi kepada Lindra-Riyadi, bukan kepadanya. RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos