oleh

Mapolres Tuban Jadi Bengkel Knalpot

TUBAN

seputartuban.com – usai perayaan tahun baru, Polisi mengamankan 131 sepeda motor yang melanggar aturan. Dari jumlah itu terdapat 115 sepeda motor dengan pelanggaran knalpot blong (brong) dan 6 lainnya tidak menggunakan helm dan kelengkapan lainnya.

Knalpot Blong Tuban
DISITA : Pemilik knalpot sepeda motornya menjadi standar saat di Mapolres Tuban

Dalam pengambilannya, Sat Lantas mewajibkan kepada pemilik kendaraan untuk mengganti knalpot dan kelengkapan ditempat (Mapolres Tuban). Hal ini membuat para pemilik sepeda motor, membawa knalpot standart. Dengan diawasi petugas, semua knalpot diganti oleh pemiliknya. Bahkan juga nampak raut wajah takut dan sedikit menggerutu akibat penyitaan ini.

Abdul Sunardi (29), warga Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Salah satu pemilik sepeda motor , saat dikonfirmasi Kamis (02/1/2013) mengatakan bahwa dirinya kecewa dengan penyitaan yang dilakukan Polisi ini. Karena selain sudah menerima surat tilang, dia harus mengambil sepeda motor di kantor polisi.

Menurutnya hal ini menambah pekerjaanya, yang seharusnya hanya membayar denda tilang, juga harus susah payah mengganti kelengkapan. “Polisi seharusnya bertindak lebih persuasif. Dengan menilang saja tanpa menyita kendaraan. Selain itu, apabila kendaraan disita, maka pengendara akan tidak memiliki kendaraan untuk pulang,” keluhnya.

Berbeda dengan Herman Assufi Maulana (21), warga Desa Palang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Saat dikonfirmasi dirinya membenarkan langkah yang diambil Polisi. Sepeda motornya diberi knalpot blong agar saat merayakan tahun baru bisa semangat dengan suara keras. “Saya bawa kunci sendiri dan knalpot aslinya sudah saya pasang. Kalau tidak begitu tidak boleh diambil, ” ujarnya.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Tuban, AKP Yuli Purnomo saat dikonfirmasi membenarkan adanya pemasangan knalpot dan kelengkapan sepeda motor sitaannya. Hal ini sebagai bentuk ketertiban dan memberikan efek jera pada pengendara dan pemilik sepeda motor.

Menurut Yuli, penyitaan dilakukan agar tidak lagi menggunakan knalpot blong (brong). Yang mengakibatkan pengguna jalan lain terganggu. Lebih parah lagi, banyak pengendara yang menggunakan oli bekas pada knalpotnya. Tujuannya agar bisa mengeluarkan bau dan gas buang yang banyak.

“Gas buangnya ini pedih bila kena mata, sakit bila terhirup. Ini sudah pasal pelanggaran mengganggu ketertiban. Kalau ada yang meninggal sudah beda lagi. Sebelum itu kita tindak tegas, yang brong disita,” ungkapnya. (han)

Print Friendly, PDF & Email

Terbaru