Published On: Sen, Apr 29th, 2019

Kepedulian PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk Wujudkan Guru IDEAL

seputartuban.com, TUBAN – PT Charoen Pokpand Indonesia Tbk. melalui Charoen Pokphand Fondation Indonesia (CPFI) memiliki kepedulian nyata terhadap kalangan guru di Indonesia. Salah satunya melalui program workshop bertajuk Bakti Kepada Guru dilaksanakan di Gedung Korpri selama 2 hari. Mulai Senin (29/4/2019).

Acara Workshop Yang dilaksanakan CPFI sangat bermanfaat untuk pening kualitas guru di Kabupaten Tuban

Dana Corporate Social Responsibility (CSR) melalui CPFI bekerjasama denfan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang melakukan program peningkatan kapasitas guru. Para guru diberikan sarana materi untuk menjadi lebih berkembang menjadi IDEAL (Inspiratif, Dedikatif, Empatik, ber-Akhlak mulia dan berbudi Luhur). Sikap itu dibutuhkan sosok guru untuk menjadi pendidik.

“Pendidikan karakter merupakan kunci penting di dalam membentuk kepribadian anak. Selain di rumah, pendidikan karakter juga perlu diterapkan di sekolah dan lingkungan sosial.” Kata Sekretaris CPFI, Andi Magdalena Siadari.

Andi menambahkan 80% dana CSR PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk difokuskan untuk pendidikan. Tujuannya untuk membantu pembangunan sumber daya manusia Indonesia menjadi cerdas dan tumbuh menjadi lebih baik. Apalagi untuk menyiapkan generasi emas tahun 2045, diperlukan penguatan karakter generasi muda. Selain itu dengan penguatan pendidikan, sama halnya menyiapkan generasi yang siap dalam persaingan global.

Andi Magdalena Siadari

Melalui revisi Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2008 menjadi PP Nomor 19 Tahun 2017. Pemerintah berupaya mendorong perubahan paradigma para guru, agar mampu melaksanakan perannya sebagai pendidik profesional. Guru tidak hanya mampu mencerdaskan anak didik, namun juga membentuk karakter positif mereka agar menjadi generasi emas Indonesia dengan kecakapan abad ke-21.

“Sebagaimana ajaran Ki Hajar Dewantara, “ing ngarso sung tuladho, ing madyo mbangun karso, tut wuri handayani”, maka seorang guru idealnya memiliki kedekatan dengan anak didiknya,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Nur Khamid dikesempatan yang sama mengatakan guru seharusnya dapat dekat dengan anak didiknya. Agar mengetahui perkembangan yang dididiknya. Tidak hanya dimensi intelektualitas saja, namun juga kepribadian setiap anak.

“Oleh karena itu, peran guru menjadi sangat penting dalam pendidikan dan ia harus menjadi sosok yang mencerahkan. Ini kegiatan yang penting untuk diikuti,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Budi Wiyana sangat mengapresiasi kegiatan workshop ini. Karena akan sangat membantu pemerintah dalam mengejar Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih tertinggal.

“Kami selaku pemerintah sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan ini. Meski PT Charoen pokphad tidak murni di bagian pendidikan, tapi kegiatan ini sangat membantu pemerintah di bidang pendidikan, ” tegasnya.

Diketahui, pada 13 September 2017 bertempat di GOR Tanjung Priok, Progam Bakti Pada Guru dengan target 1000 Guru peserta pelatihan telah dicanangkan oleh Hamid Muhammad, M.Sc., Ph.D. Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud RI. Sampai dengan bulan Juni 2018, Progam Bakti Pada Guru telah dilaksanakan oleh Charoen di 26 tempat yang tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara hingga Papua.

Sedangkan, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk Kegiatan usaha utama adalah industri makanan ternak, pembibitan dan budidaya ayam ras serta pengolahannya, industri pengolahan makanan, pengawetan daging ayam dan sapi, termasuk unit-unit cold storage.

Menjual makanan ternak, makanan, daging ayam dan sapi, bahan-bahan asal hewan di wilayah Republik Indonesia, maupun ke luar negeri dengan sejauh diizinkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sedang kegiatan penunjang adalah: mengimpor dan menjual bahan-bahan baku dan bahan-bahan farmasi. Memproduksi dan menjual karung atau kemasan plastik, peralatan industri dari plastik, alat-alat peternakan dan alat-alat rumah tangga dari plastik sesuai dengan perizinan yang dimiliki dan tidak bertentangan dengan peraturan di bidang penanaman modal.

Melakukan perdagangan besar pada umumnya, termasuk ekspor impor, perdagangan interinsular atau antar pulau atau antar daerah. Melakukan kegiatan pengangkutan barang-barang pada umumnya, baik pengangkutan darat, perairan, laut dan udara serta menjalankan usaha pergudangan dan pusat distribusi. RHOFIK SUSYANTO (*)

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Berita Terkini

Videos