Published On: Rab, Okt 9th, 2019

Kacabdin Disdik Jatim Soal Video Mesum; Kepsek Harus Optimalkan Pendidikan Karakter

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
INDONESIA

POSITIF , SEMBUH , MENINGGAL

Indonesia
Sumber data : Kementerian Kesehatan & JHU. Update terakhir :

seputartuban.com, TUBAN – Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Tuban-Bojonegoro, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Adi Prayitno angkat bicara soal kasus video dewasa sejumlah siswa tingkat menengah di Kabupaten Tuban. Kasus yang melibatkan 7 siswa tersebut saat ini tengah ditangani penyidik Sat Reskrim Polres Tuban.

Heboh Pelajar : Potongan video yang menghebohkan karena beradegan dewasa

Adi Prayitno menegaskan seharusnya pihak sekolah dimana para siswa tersebut belajar tetap mendampingi siswanya dalam menjalani proses hukum. “Karena mereka masih usia sekolah, dan tercatat sebagain pelajar di sekolah-sekolah tersebut,” ujarnya kepada seputartuban.com Selasa (8/10/2019).

Selain itu, Adi menambahkan untuk sanksi dari sekolah yang akan diberikan kepada para siswa tersebut, belum dapat dipastikan. Karena dirinya harus membicarakan terlebih dahulu dengan pihak sekolah. “Yang jelas untuk penanganannya nanti tetap dalam ranah mendidik, dan anak-anak itu tetap jangan sampai putus sekolah tapi nanti kita lihat-lah kedepannya,” imbuhnya.

Maka dari itu, pendidikan karakter bisa mengajak orang tua siswa datang kesekolah langsung. Dengan dilibatkan secara langsung akan ada kebersamaan antara orang tua dan pihak sekolah. Sekaligus sebagai upaya dan dapat terjadi pemahaman bersama kepada siswa maupun orang tua siswa. “Kedepan kepala sekolah, juga harus betul-betul mengaktifkan kembali terkait dengan pendidikan karakter. dan ini juga bisa langsung study parenting,” harapnya. RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
INDONESIA

POSITIF , SEMBUH , MENINGGAL

Indonesia
Data Update Coid-19 Indonesia Sumber data : Kementerian Kesehatan & JHU. Update terakhir :