Published On: Ming, Jan 26th, 2020

Enam Proyek PUPR Putus Kontrak, Tiga Rekanan Masuk Black List ?

seputartuban.com, TUBAN – Selama pelaksanaan pekerjaan tahun anggaran 2019, sejumlah proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tuban tidak selesai sesuai kontrak. Sehingga dilakukan pemutusan kontrak kerja dengan rekanan.

ilustrasi uang

Dari sekira  481 pekerjaan yang dikerjakan rekanan, sebanyak 3 kontraktor  dari 6 proyek pekerjaan mengalami kegagalan tidak sampai selesai. Namun Dinas PUPR tidak merilis nilai proyek yang gagal selesai, sebab serta berapa persen fisik bangunan yang dikerjakan hingga jumlah denda yang harus dibayar.

Kepala Dinas PUPR, Agung Supriyadi  memastikan 3 rekanan sudah gagal menyelesaikan pekerjaannya sehingga dilakukan pemutusan kontrak. “Ada tiga CV yang kita putus kontrak. Yaitu CV Jati Permata , CV  Maju Makmur Jaya  dan CV Sumber  Agung,” katanya, Kamis (23/1/2020).

Ketiganya mengerjakan 3 bidang jalan dan 3 bidang pengairan. Dengan rincian CV Jati Permata 1 kegiatan, CV Sumber Agung 3 kegiatan dan CV Maju Makmur Jaya 2 kegiatan. Ada perubahan pola dalam anggaran 2020. Jadwal lelang pekerjaan akan diajukan dari biasannya, yakni pada bulan Pebruari. Diharapkan pekerjaan tidak molor seperti sebelumnya. ” Kita akan mengajukan proses lelangnya dan di rencanakan Pebruari ini kita sudah mulai pelelangannya.” jelasnya.

Agung menjelaskan kelanjutan proyek yang mangkrak akan dilanjutkan melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2020. “Kegiatan 2019 dihitung kemajuan fisiknya, lalu yang dianggarkan di P-ABD 2020 adalah pekerjaan yang belum diselesaikan di tahun 2019.”pungkasnya.

Proyek putus kontrak di Dinas PUPR ini menambah banyak daftar proyek yang tidak beres tahun anggaran 2019 dilingkungan Pemkab Tuban. Diantaranya di Dinsos P3A dan Dinas Pendidikan. RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos