Disegel, 30 Pengusaha Arak Tanpa Perlawanan

SEMANDING

seputartuban.com – 30 tempat usaha pembuatan bio etanol atau disebut arak disegel oleh Satpol PP Pemkab Tuban, Rabu (25/09/2013).  Para pengusaha tidak melakukan perlawanan dalam penyegelan ini.

penutupan arak
DITUTUP : Proses penyeegelan lokasi usaha produksi arak yang dilakuka Sat Pol PP Pemkab Tuban

Lokasi usaha yang disegel terdapat di 2 desa. Yakni Desa Prunggahan Kulon dan Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Hal ini dilakukan karena dinilai oleh Sat Pol PP para pengusaha tidak mengindahkan peringatan yang sudah dilayangkan.

Meski sempat mendapatkan penolakan dari pemilik usaha, upaya paksa penghentian operasional ini tetap dapat dilaksanakan. Seperti yang disampaikan Supardiono (41), salah satu pengusaha asal Desa Prunggahan Kulon.

Dia sempat menolak karena baru mendapat peringatan sebanyak 1 kali. Perlakukan berbeda dialami bapak 3 anak itu dengan pengusaha sari tape lainnya. Apabila, pengusaha bio etanol berkadar alkohol sudah memperoleh peringatan sebanyak 2 kali. Namun dirinya baru mendapat peringatan sebanyak 1 kali.

Hal itulah yang menyebabkan, pengusaha yang baru menjalankan usahanya 2 tahun itu menolak disegel. “Saya tidak terima dengan penyegelan. Selama ini, memang saya usaha arak, namun hasilnya kadar alkohol saya hanya sedikit. Yakni sekitat 20 % sampai 30%. Saya kira ini bisa dirubah dan disiasati dan tidak usah ditutup,” katanya.

Terpisah, Kasatpol PP Pemkab Tuban, Heri Muharwanto saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penertiban dan peringatan kepada seluruh pemilik usaha arak sebanyak 2 kali. Adapun untuk peringatan yang ke 3 merupakan peringatan terakhir. Sehingga harus disegel sebelum, seluruh peralatan dibawa paksa oleh petugas.

Untuk pengusaha yang keberatan disegel, pihaknya tetap akan melakukan penutupan secara berkala. Dan dipastikan sebanyak 120 pengusaha sudah mendapatkan sosialisasi dan mendapatkan peringatan 1 dan 2.

Setelah disegel, Sat Pol PP memberikan waktu selama 3 hari. Agar para pengusaha mengemasi peralatanya. Apabila tidak dilakukan, pihak Sat Pol PP sudah menyediakan alat berat dan tambahan personil untuk pengangkutan.

“Saat pengangkutan alat nanti, kita akan menambah petugas. Sebagai antisipasi adanya kerawanan ricuh dan banyaknya peralatan pembuat bio etanol atau arak itu. Silahkan bagi yang tidak mau, karena memang tidak berijin dan kita sudah lama memberi tenggang waktu,” tegasnya. (han)

Print Friendly, PDF & Email