Published On: Sab, Jan 5th, 2013

Direndam Banjir, Petani Terpaksa Panen Dini

Share This
Tags

Penulis : Pito Suwarsono

RENGEL

seputartuban.com – Banjir akibat luapan sungai bengawan solo merendam kawasan persawahan dengan tanaman padi. Di Kecamatan Soko, Kecamatan Rengel, Kecamatan Plumpang, dan Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.

Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, petani memanen dini tanaman padinya. Padahal masa panen masih satu minggu lagi. Hal ini dilakukan untuk menghindari padi membusuk akibat terendam banjir. Serta untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Seperti yang dilakukan Kasnawi (60), warga Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban mengatakan kawasan ini ada sekitar 200 hektar tanaman padi yang terendam. Dan harus panen dini jika tidak ingin mengalami kerugian lebih banyak lagi karena padi membusuk atau setidaknya kwalitas berasnya turun.

“seharusnya penenya seminggu lagi, kalau tidak segera dipanen malah membusuk. Padahal seharusnya panenya sekitar seminggu lagi. Dan ini juga sudah rugi, tapai rugi lagi kalau tidak dipanen sekarang,” ungkapnya, Jum’at (4/1/2012).

Jika dimusim kemarau harga gabah bisa Rp. 4.000 per-Kg. Namun saat banjir seperti saat ini harga gabah basah hanya mencapai sekitar Rp. 3.800 per-Kg. Harga turun karena padi dipanen belum pada waktunya.

Bahkan sejumlah petani, lantaran sawahnya direndam banjir. Mereka saat panen terpaksa menggunakan perahu darurat. Atau terpal plastik yang diapungkan untuk membawa hasil panen menepi.

Foto : Aktivitas warga saat panen dini 

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos