Diikat Kakinya Selama Sepekan, Siswa SMPK Ronggolawe Jatuh Terkilir

TUBAN

Michael Eka Juanda, kondisi kakinya masih bengkak akibat terjatuh karena kedua kakinya terikat saat dihukum wali kelasnya bersama 19 teman lainya selama sepekan

seputartuban.com – Wali Kelas 8 B SMP Katolik Ronggolawe menghukum siswanya yang dianggap membuat kegaduhan dengan cara baru. Yakni dengan mengikat kedua kaki semua siswanya selama sepekan. Hal ini membuat salah satu siswanya terjatuh dan terkilir, saat akan jalan dengan kondisi kedua kakinya terikat.

Hal ini diungkapkan, salah satu siswanyam Michael Eka Juanda (13), siswa asal perumahan Karang Indah ini, Senin (11/03/2013) dituturkan bahwa sejak senin pekan lalu dirinya bersama teman sekelasnya dihukum wali kelas dengan kedua kaki diikat. Kondisi ini terjadi selama sepekan dan berlangsung selama jam sekolah.

Kejadian ini bermula saat banyaknya siswa yang sering pindah bangku. Setiap pergantian jam pelajaran selalu ganti bangku dan membuat kegaduhan. Wali kelas akhirnya memberikan hukuman kepada semua siswanya dengan ditali kedua kakinya selama jam sekolah.

Dan hal ini membawa buruk ketika, Sabtu (09/03/2013) lalu, Michael terjatuh hingga kakinya terkilir. Hal ini diakibatkan pada saat jalan, kondisi kedua kakinya masih terikat hingga terjatuh. Dan menyebabkan kakinya bengkak hingga tidak dapat dipakai jalan. Dan pada senin (11/03/2013) terpaksa tidak dapat masuk sekolah, lantaran kondisi kakinya masih bengkak.

” Banyak yanag sering ganti bangku. Jadi gurunya marah dan semua siswa di hukum. Belum bisa berdiri mas, jadi tidak sekolah, ” ungkap Michael.

Terpisah, Wali kelas, Maria Magdalena saat ditemui di kantornya, mengatakan bahwa, semua tindakan hukuman itu dianggap sebagai  hukuman kepada siswa dan memberikan efek jera. Karena dirinya mengaku kalau siswa hanya diberi teguran lisan, tidak dianggap.

“Saya emosi, karna siswa selalu gaduh dalam kelas. Bingung bagaimana caranya menertipkan siswa. Namun saya tidak bermaksud untuk kekerasan ,” ungkapnya. (pito/han)