seputartuban.com, TUBAN – Institut Sains dan Teknologi (ISTEK) ICSada Bojonegoro terus mendorong kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui keterlibatan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (Sainstek), Cipnal Muchlip M., S.E., M.M., sebagai pemateri dalam pelatihan kehumasan bagi SMA dan SMK negeri se-Kabupaten Tuban, Rabu (14/10/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Pertemuan SMA Negeri 2 Tuban tersebut, Cipnal membawakan materi “Peran Strategis Humas dan Branding Sekolah serta Optimalisasi Media Sosial dan Website Sekolah”. Kegiatan ini diselenggarakan bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Tuban dan diikuti perwakilan 27 sekolah.
Keterlibatan dosen sekaligus praktisi media tersebut menjadi bentuk berbagi pengetahuan dan pengalaman profesional kepada insan pendidikan, khususnya dalam menghadapi tantangan komunikasi publik dan pengelolaan citra lembaga pendidikan di era digital.
Humas Sekolah Bukan Sekadar Publikasi
Dalam pemaparannya, Cipnal menjelaskan bahwa fungsi hubungan masyarakat (humas) di lingkungan sekolah perlu ditempatkan sebagai bagian strategis dari pengelolaan lembaga. Humas tidak hanya bertugas mendokumentasikan kegiatan atau menyebarkan informasi, tetapi juga berperan memperkenalkan keunggulan sekolah, membangun reputasi, serta menjaga kepercayaan masyarakat.
Menurutnya, citra sekolah terbentuk melalui berbagai faktor, mulai dari pengalaman masyarakat, kualitas layanan pendidikan, prestasi peserta didik, cerita yang berkembang, hingga rekam jejak digital yang dapat diakses publik.
“Branding sekolah membutuhkan proses dan konsistensi. Reputasi tidak dibangun hanya melalui satu atau dua publikasi, tetapi melalui informasi yang berkelanjutan dan sesuai dengan kualitas serta keunggulan yang dimiliki sekolah,” jelas Cipnal.
Ia menekankan pentingnya perencanaan komunikasi agar publikasi sekolah memiliki arah dan tujuan yang jelas. Sekolah perlu mengidentifikasi potensi yang dapat ditonjolkan, menentukan sasaran informasi, serta menyusun agenda publikasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Optimalisasi Media Sosial dan Website Sekolah
Cipnal juga menyoroti pemanfaatan media sosial dan website sebagai kanal komunikasi resmi lembaga pendidikan. Kedua platform tersebut dapat digunakan untuk menyampaikan informasi program sekolah, inovasi pembelajaran, kegiatan peserta didik, prestasi, layanan pendidikan, hingga informasi penerimaan murid baru.
Namun, optimalisasi media digital tidak cukup hanya dengan meningkatkan frekuensi unggahan. Pengelola humas perlu memperhatikan akurasi informasi, konsistensi pesan, kualitas konten, dan kredibilitas sumber agar publikasi dapat dipertanggungjawabkan.
Website sekolah dapat dikembangkan sebagai pusat informasi resmi dan dokumentasi digital lembaga. Sementara itu, media sosial dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan informasi dan membangun interaksi dengan masyarakat.
“Media sosial dan website perlu dikelola secara terencana. Sekolah harus mampu menunjukkan potensi dan prestasinya melalui informasi yang menarik, akurat, serta konsisten sehingga masyarakat mendapatkan gambaran yang jelas tentang kualitas pendidikan yang ditawarkan,” tambahnya.
Selain itu, Cipnal mendorong sekolah memanfaatkan jejaring alumni sebagai bagian dari strategi komunikasi dan branding. Data serta rekam jejak alumni yang dikelola secara tepat dapat menjadi sumber informasi mengenai kontribusi lulusan sekaligus memperkuat pengenalan sekolah kepada masyarakat.
Pengabdian kepada Masyarakat sebagai Implementasi Tri Dharma
Keterlibatan Cipnal dalam kegiatan tersebut sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan berbagi pengetahuan dan pengalaman praktis, perguruan tinggi dapat berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di luar lingkungan akademik.
Bagi ISTEK ICSada Bojonegoro, kegiatan pengabdian kepada masyarakat menjadi salah satu ruang untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat. Dalam konteks ini, penguatan kehumasan sekolah merupakan upaya mendukung lembaga pendidikan agar lebih adaptif terhadap perubahan pola komunikasi di era digital.
Kolaborasi antara akademisi, praktisi media, dan satuan pendidikan juga membuka peluang pertukaran pengalaman mengenai pengelolaan informasi, strategi komunikasi, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung layanan pendidikan.
Melalui penguatan kapasitas tersebut, sekolah diharapkan dapat mengembangkan sistem kehumasan yang lebih terarah, profesional, dan berkelanjutan.
Dorong Komunikasi Pendidikan yang Profesional
Perkembangan teknologi digital membuat masyarakat semakin mudah mengakses informasi dan membentuk persepsi terhadap suatu lembaga. Kondisi tersebut menuntut sekolah untuk lebih cermat dalam mengelola informasi publik sekaligus memastikan bahwa pesan yang disampaikan mencerminkan kondisi dan kualitas lembaga secara proporsional.
Karena itu, penguatan fungsi humas perlu didukung oleh komitmen kelembagaan, pembagian tugas yang jelas, ketersediaan sumber daya, serta perencanaan publikasi yang berkesinambungan.
Melalui kegiatan ini, kontribusi akademisi ISTEK ICSada Bojonegoro diharapkan dapat memberikan manfaat praktis bagi pengelola humas sekolah dalam membangun citra lembaga, memperluas publikasi prestasi peserta didik, dan meningkatkan kualitas komunikasi dengan masyarakat.
Upaya tersebut sekaligus menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membagikan keahlian dan pengalaman untuk mendukung pengembangan kapasitas masyarakat serta peningkatan mutu komunikasi di sektor pendidikan.
