oleh

3 Caleg PDI Perjuangan Penuhi Panggilan Panwaslu

TUBAN

seputartuban.com – 3 calon anggota Legislatif (Caleg) dari PDI Perjuangan memenuhi panggilan Panwaslu Tuban. Terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan ketiganya melakukan money politic.

Edy Toyibi
DISOAL : Edy Toyibi menunjukkan berkas bermasalah

Dugaan pelanggaran pada saat melakukan rapat di Desa Sucorejo, Kecamatan Jenu (11/01/2014). Ketiga caleg itu, Eny Kristiyawatie, Caleg DPRD Tuban nomor urut 3 Dapil 5 (Jenu, Tambakboyo, Jenu, Bancar). Sandy Ariyanto, Caleg Propinsi Nomor urut 4 Dapil 9 (Tuban, Bojonegoro). Serta Go Tjong Ping, Caleg DPR RI nomor urut 4 Dapil 9 (Tuban, Bojonegoro).

Rapat terbuka yang dilakukan itu, tidak ada pemberitahuan ke Polsek Jenu, membagikan kalender dan alat peraga. Serta memberikan uang kepada peserta rapat yang datang, dengan cara dibagikan kerumahnya masing-masing setelah selesai acara.

Divisi Penindakan dan Pelanggaran Pemilu Panwaslu Tuban, Edy Thoyibi saat dikonfirmasi, Kamis (16/1/2014) mengatakan pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari Caleg dan saksi terkait dugaan pelanggaran ini. “Tjong Ping mengiyakan bahwa ia membawa mobil Dinas. Namun ia membatah tidak pernah memberikan uang untuk dibagikan oleh timnya,” kata Edy.

Semua caleg yang menjadi terduga pelaku pelanggaran dan para saksi, seperti PPL, pemilik rumah yang ditempati acara, dan tim sukses caleg juga sudah dimintai keterangan. Dari hasil keterangan tersebut akan dilakukan Rapat Pleno oleh Komisioner Panwaslu.

“Hasil hari ini akan kita bawa kerapat pleno, dan terkait pemakaian mobil dinas, akan kita kenakan undang-undang nomor 8 tahun 2012 pasal 86 ayat 1 huruf h tentang larangan menggunakan fasilitas negara,” tegas Edy.

Terpisah, Go Tjong Ping saat dikonfirmasi mengatakan, tidak pernah merasa memberikan uang untuk dibagikan usai acara tersebut. Namun terkait penggunaan mobil dinas, saat itu dia dari Kecamatan Kerek langsung mendatangi acara tersebut.

“Saya tidak pernah memberikan uang kepada ketua panitia, dan saya hanya membagikan kalender dan alat peraga untuk mencoblos. Saya yakin Panwascam dan PPL banyak yang tidak faham aturan, kalau uang itu untuk transport,” jelasnya. (lis)

Terbaru