Published On: Rab, Apr 10th, 2013

Wilayah Kecamatan Soko 9 Desa Terendam Banjir

Share This
Tags

SOKO

MEMBANTU : Kapolsek Soko, AKP Subagiyo membantu warga saat melintas di Jalan Desa Kenongosari menuju Desa Sandingrowo. Kawasan ini tidak dapat dilalui sepeda motor

MEMBANTU : Kapolsek Soko, AKP Subagiyo membantu warga saat melintas di Jalan Desa Kenongosari menuju Desa Sandingrowo. Kawasan ini tidak dapat dilalui sepeda motor

seputartuban.com – Banjir luapan sungai bengawan solo menggenangi kawasan 9 desa di Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Selasa (09/04/2013).

Berdasarkan data terpercaya yang diterima seputartuban.com total di Kecamatan Soko 2.424 rumah terendam. Jalan poros desa yang terendam sepanjang 10.300 meter. Serta merendam 17.400 jalan lingkungan. Dan 4 jembatan, 6 sekolah, 7 masjid, 32 mushola juga turut tergenangi. Selain itu banjir juga merendam 1.042 hektar persawahan, 132 hektar tegal, 10 hektar tambak, 140 hektar pekarangan.

Di Desa Menilo, sebanyak 600 Kepala Keluarga (KK) atau 2.400 jiwa menjadi korban banjir. 2.000 meter jalan poros desa dan 1.000 meter jalan lingkungan tergenang. 3 sekolah, 1 masjid, 5 mushola, 12 hektar sawah, 13 hektar tegal, dan 15 hektar pekarangan juga terendam.

Sedangkan di Desa Simo, banjir merendam 120 KK atau 480 jiwa. Dengan merendam 2.000 meter jalan lingkungan, 3 mushola, 80 hektar sawah dan 2 hektar pekarangan.

Sementara di Desa Kendalrejo, 180 KK atau 720 jiwa jadi korban banjir. Dengan 200 meter jalan poros desa terendam. Dan 130 hektar sawah serta 28 hektar tegal dan 25 hektar pekarangan tegenang.

tergenang banjir

TERENDAM : Pemukiman warga Desa Kenongosari, Kecamatan Soko, tergenang banjir

Banjir juga merendam kawasan Desa Mojoagung. Dengan 435 KK atau 1.290 jiwa korban banjir. Dan 1.500 meter jalan poros desa serta 2.000 meter jalan lingkungan terendam. Juga 3 jembatan, 1 sekolah, 2 masjid, 11 mushola juga turut tergenang. Selain itu juga 90 hektar sawah, 20 hektar tegal dan 25 hektar pekarangan terendam.

Luapan bengawan solo juga merendam kawasan Desa Pandanwangi. Terdiri dari 54 KK atau 216 jiwa korban banjir. 1.000 meter jalan poros desa, 1.500 meter jalan poros lingkungan. 1 masjid dan mushola, 90 hektar sawah, 20 hektar tegal, 10 hektar tambak dan 10 hektar pekarangan.

Di Desa Kenongosari banjir merendam  4.000 meter  jalan poros desa dan 4.500 meter jalan poros desa. 260 hektar sawah, 15 hektar tegal, dan 25 hektar pekarangan. Serta korban banjir sebanyak 60 KK atau 240 jiwa.

Desa Sandingrowo sebanyak 375 KK atau 1.225 jiwa korban banjir. Dan air merendam 100  400 meter  jalan poros desa serta 400 meter  jalan lingkungan. 335 hektar sawah, 2 hektar tegal dan 3 hektar tegal.

Desa Glagahsari, korban banjir sebanyak 600 KK atau 2.400 jiwa. Dan 3.000 jalan poros desa serta 5.500 meter jalan lingkungan terendam. Juga 1 jembatan, 2 sekolah, 2 masjid, 10 mushola, 18 hektar sawah, 40 hektar tegal serta 40 hektar pekarangan terendam. Dan di Desa Rahayu, banjir hanya menggenangi 20 hektar sawah.

Kapolsek Soko, AKP Subagiyo saat dikonfirmasi pihaknya saat ini menggiatkan patroli dikawasan banjir. Hal ini untuk mengantisipasi tidak kejahatan dan memberikan rasa aman kepada korban banjir. Karena kondisi seperti ini bisa saja dimanfaatkan pelaku pencurian. “karena masih ada yang tidak mau mengungsi, kita patroli terus untuk pengamanan korban, rumah maupun harta benda masyarakat,” jelasnya.

Disoal langkah lain yang dilakukan, Kapolsek menjelaskan pihaknya berkoordinasi dengan pihak-pihak lain untuk melakukan langkah penanganan strategis dilapangan. “kita berkoordinasi dengan kecamatan dan pihak lain untuk menangani yang bisa kita tangani bersama. Jika ada yang diluar kemampuan kami, akan kami laporkan ke pimpinan. Dan kita saat ini siaga 24 jam sebagai bentuk kesiapan kami,” jelasnya.

Diketahui sejumlah jalan tidak dapat dilalui kendaraan. Diantaranya jalan yang menghubungkan Desa Pandanwangi menuju Desa Glagah terputus tidak bisa dilalui sepeda motor. Sehingga menggunakan perahu yang biasa dipakai tambang pasir. Ketinggian air masuk rumah antara 20 CM sampai – 40 CM, dijalan raya berkisar 30 CM sampai 90 CM. (nal)

Facebook Comments

About the Author

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. hamba Allah berkata:

    untuk saat ini ketinggian air bengawan solo bagaimana gan?
    pasang atau surut?