Published On: Sel, Feb 2nd, 2016

Waspadai PenyebaranVirus Zika di Tuban

TUBAN

Sekretaris Dinkes Kabupaten Tuban, Endah Nurul K

Sekretaris Dinkes Kabupaten Tuban, Endah Nurul K

seputartuban.com – Penyebaran virus zika kini mulai meramaikan publik tanah air. Penyebaranya saat ini mewabah di Amerika Latin, Brazil dan Komlombia. Bahkan sudah sampai ke Eropa dan saat ini menyebar hingga kawasan Asia.

Virus itu kini mulai mewabah di Indonesia, salah satunya sudah menginfeksi warga Jambi. Sehingga untuk memperkecil kemungkinan terburuk, seluruh warga Tuban diminta selalu waspada.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban, Endah Nurul K, mengatakan penularannya virus ini sama seperti virus demam berdarah (DB). Yaitu oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi pembawa virus Dengue penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD). “Jadi perlu diwaspadai, karena penularan virus ini sama dengan penularan DBD,” katanya kemarin.

Infeksi DBD saat ini jumlah kasusnya meningkat di Tuban, sering terjadi pada musim hujan. Saat ini sudah ada 24 warga yang terserang DB. Daerah yang rawan terserang adalah daerah sekitar bengawan solo dan daerah sepanjang pantai. “Tiap musim hujan, ada warga yang terserang DB, jadi tidak menutup kemungkinan wacana penyebaran Zika tetap kita perhatikan,” lanjutnya.

Dia menghimbau kepada masyarakat Tuban untuk tetap preventif (aksi pencegahan) dengan menjaga kebersihan lingkungannya. “seperti menjaga kebersihan penampungan air dan tempat tempat yang digenangi air agar tidak menjadi sarang nyamuk penyebab DBD atau Zika tersebut,” himbaunya.

Endah menjelaskan, gejala virus Zika sama dengan infeksi virus pada umumnya. Yakni pasien mengalami gejala demam mendadak, lemas, kemerahan pada kulit badan, punggung, dan kaki. Kemudian disertai nyeri otot dan sendi. “Cuma badan anget seperti flu,” tandasnya.

Beda gejala virus Zika dengan DBD adalah, orang yang terinfeksi virus Zika matanya memerah karena mengalami radang konjungtiva. Perbedaan lain dengan DBD adalah, infeksi virus Zika tidak menunjukkan penurunan kadar trombosit.

Saat ini memang vaksin untuk virus ini belum ada. Pengobatan lebih banyak bersifat suportif, istirahat cukup, banyak minum, jika demam minum obat penurun panas dan tetap mengonsumsi makanan yang bergizi.

Awal tahun ini Dinkes Pemkab Tuban sudah melakukan fogging atau penyemprotan ke 24 desa Dengan jumlah anggaran hanya 60 juta dari dana alokasi khusus (DAK). Sedangkan untuk melakukan ke seluruh desa di Tuban membutuhkan anggaran Rp. 80 miliar yang dapat digunakan rutin 2 minggu sekali. Agar proses perubahan jentik nyamuk tidak berhasil. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author