Published On: Rab, Jul 31st, 2019

Wartawan Tuban-Bojonegoro Diajak Gathering Pertamina MOR V

seputartuban.com,TUBAN – 36 wartawan perwakilan dari media yang ada di Tuban dan Bojonegoro mengikuti Gedhring Pertamina Marketing Operasion Region (MOR ) V ke wilayah Bandung, 28-30 Juli 2019.

EDUKATIF : Rombongan wartawan saat kunjungan di kilang minyak Balongan

Dalam Gethering bersama Pertamina MOR V ini, sebelum berkunjung ke Pertamina RU VI Balongan, rombongan terlebih dahulu diajak berkunjung ke musium batik dan belajar membatik yang ada di Cirebon.

Unit Manager Communication dan CSR Pertamina MOR V, Rustamaji, saat di konfirmasi seputartuban.com, mengatakan kegiatan itu sudah diprogramkan Pertamina MOR V. Untuk menjalin silaturahmi dengan wartawan di Tuban Bojonegoro. “Kami juga ingin memberikan berbagi pengetahuan. Tentang proses-proses bisnis yang ada di Pertamina kepada teman-teman media,” katanya, Senin (29/7/2019).

Selain itu, Rustam juga menjelaskan karena di Jawa Timur akan ada pembangunan kilang, maka salah satu tujuan yang didatangi media Gathering yakni kilang Pertamina RU VI Balongan. “Rekan media nantinya akan mendapatkan pengetahuan baru, untuk menyampaikan pada masyarakat dan apa saja sumbangsihnya kepada masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, selain berkunjung ke RU VI Balongan, dilanjutkan berkunjung ke CSR Omaba MOR III Bandung Barat, kemudian berwisata ke rumah mode.

Dalam rangkaian kunjungan di Balongan, Indramayu Jawa Barat, menyebutkan keberadaannya berperan penting dalam pemasokan bahan bakar minyak (BBM) wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Kapasitas produksi kilang Balongan mencapai 125 ribu barel per hari, produk Kilang Balongan terdiri dari BBM sebanyak 52 persen, BBK (Pertamax) 17 persen, sebanyak 11 persen non BBM yakni LPG, dan 20 persen adalah produk lainnya.

Rustam menambahkan soal rencana pembangunan kilang di Kabupaten Tuban. Merupakan kilang yang lebih besar dari kilang Balongan yakni kapasitas produksi hingga 300 barel per hari. Harapannya dengan berdirinya kilang Tuban, pemerintah tidak lagi impor BBM. “Saat ini impor minyak mentah dan produk oleh negara sebanyak 200 ribu barel perhari, sehingga dengan adanya kilang di tuban targetnya tidak lagi impor,” ungkapnya.

Saat ini lifting minyak nasional sebesar 800 ribu barel per hari. Sedangkan yang dikelola Pertamina sebanyak 600 ribu barel perhari dan sisanya dikelola oleh KKKS. Pemerintah masih memerlukan impor untuk memenuhi kebutuhan BBM nasional sebanyak 1 juta barel per hari. Dengan kilang Tuban beroperasi, ditargetkan pemerintah dapat menghentikan impor BBM. RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos