Published On: Sen, Jan 4th, 2016

Wartawan Pemeras Tukang Las Dibekuk Polisi Saat Transaksi

TUBAN

BODREK : Kapolres Tuban, AKBP Guruh Arif Darmawan saat menunjukkan tersangka pemerasan M. Muto'in, yang memiliki kartu identitas wartawan koran mingguan Trans 9

BODREK : Kapolres Tuban, AKBP Guruh Arif Darmawan saat menunjukkan tersangka pemerasan M. Muto’in, yang memiliki kartu identitas wartawan koran mingguan Trans 9

seputartuban.com – M. Muto’in warga Desa Cendoro, Kecamatan Palang yang mengaku bekerja di media Trans 9 dibekuk Polisi saat melakukan transaksi pemerasan di pusat perbelanjaan Tuban. Diduga dia melakukan pemerasan gara-gara korban salah paham mengambil helm bukan miliknya.

Data di Mapolres Tuban, Minggu (3/1/2016) menyebutkan peristiwa ini bermula saat korban Iwan Budiyanto (35), warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban menagih hutang kepada Gunawan, Jumat (18/12/2015) di rumah kosnya.

Hutang Gunawan kepada Iwan sebesar Rp. 1,5 juta sejak 2 tahun terakhir. Karena mengerjakan sebuah proyek bangunan. Karena sudah kenal baik, Gun (panggilan Gunawan) meminjam uang kepada Iwan. Dalam pertemuan itu, upaya Iwan dan adiknya tidak membuahkan hasil. Karena yang ditagih masih memberikan janji lagi.

Saat pulang, Iwan mengambil salah satu helm. Kemudian esok harinya dia didatangi Gunawan bersama To’in dan temanya dengan tuduhan korban telah mencuri helm.

Padahal saat itu korban mengaku tidak sengaja mengambil helm. Karena ditempat yang sama terdapat 2 helm yang sama persis bentuk, warna maupun motifnya.

Usai kejadian itu tersangka memotret korban dengan mengancam akan memberitakan kejadian itu dan melaporkan ke Polisi. Agar kasusnya tidak berlanjut dia meminta uang damai Rp. 10 juta.

Karena tidak cukup uang, korban menawar dan tersangka menyetujui Rp. 4 juta. Saat pertemuan itu korban membayar Rp. 2,5 juta. Sisanya Rp. 1,5 juta akan dibayar lain waktu sesuai kesepakatan keduanya.

Jumat (1/1/2016), tersangka dan korban bertemu di pusat perbelanjaan kawasan Jalan Diponegoro Tuban. Saat korban akan menyerahkan uang itu, tersangka dibekuk Polisi.

Dari tersangka, Polisi mengamankan kartu identitas dari media mingguan Trans 9. Bertuliskan Wartawan, atas nama M. Muto’in, dengan slogan bedah kasus. “Tersangka dijerat dengan pasal 369 ayat 1 KUHP, pasal 335 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” ungkap Kapolres Tuban, AKBP Guruh Arif Darmawan saat pers rilis.

Penyidik masih mendalami kasus ini untuk dugaan adanya pelaku lain. Apakah adanya keterlibatan orang lain dalam kasus ini secara hukum atau tidak. Polisi menghimbau kepada masyarakat yang pernah diperas oleh tersangka dapat melaporkan kasusnya.

Diketahui, Oktober 2015 personil Sat Reskrim Polres Tuban juga telah menangkap 3 orang yang mengaku wartawan Jejak Kasus dan Radar Bangsa. Karena diduga melakukan pemerasan kepada pengusaha daur ulang obat nyamuk ilegal. Komplotan wartawan itu bersama LSM menakuti korban akan memperkarakan usahanya jika tidak membayar uang damai Rp. 10 juta.

Korban yang penuh tekanan saat itu membayar Rp. 1 juta dengan janji esok harinya akan membayar kekuranganya. Namun saat pembayaran yang dijanjikan, para pelaku tertangkap basah saat transaksi menerima uang pemerasan Rp. 2 juta. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author