Published On: Sel, Mar 17th, 2015

Warga Widengan Syukuran Jembatan Gotong Royong

SEMANDING

SWADAYA: Inilah jembatan hasil gotong royong warga perumahan dan masyarakat Desa Widengan, Kecamatan Semanding. (foto: WANTI TRIA APRILIANA)

SWADAYA: Inilah jembatan hasil gotong royong warga perumahan dan masyarakat Desa Widengan, Kecamatan Semanding. (foto: WANTI TRIA APRILIANA)

seputartuban.com-Mimpi panjang warga kawasan perumahan Desa Widengan, Kecamatan Semanding, memiliki jembatan baru disyukuri dengan menggelar pengajian publik, Sabtu (14/03/2015)
malam.

Momen syukuran itu kian lengkap sebab pembangunan jembatan yang baru dimulai 15 Februari lalu, sekaligus juga merampungkan renovasi musala serta taman pendidikan Al Quran (TPQ).
Rencananya tahun ini, komitmen warga mengubah musala menjadi masjid yang akan diperkirakan akan menelan dana Rp 300 juta bisa rampung.

Yang lebih istimewa lagi, total dana pembangunan ketiga fasilitas publik yang bak oase di padang gersang itu, murni berasal dari kantong warga. Tidak ada pihak lain yang ikut cawe-cawe, termasuk Pemkab Tuban sendiri.

Padahal sebelumnya, soal pembangunan jembatan yang membelah kawasan perumahan Desa Widengan ini, telah berulangkali diusulkan bantuan ke Pemkab Tuban dan DPRD. Namun sampai
pembangunan jembatan itu dirampung, usulan tersebut tak pernah mendapat jawaban.

“Ibaratnya warga sudah lelah menunggu. Untuk itu kemudian warga berinisiatif membangun sendiri dengan cara urunan. Tidak hanya berasal dari warga perumahan tapi juga dari seluruh warga Desa Widengan, yang tinggal di luar perumahan,” ungkap Wira yang didapuk sebagai ketua panitia pembangunan di sela acara syukuran.

Sekretaris RT 10 RW 10 Desa Widengan ini, menjelaskan setiap kepala keluarga yang berada di 10 RT di RW 10 sepakat ururan dan diangsur sebanyak empat kali. Pembangunan yang tergolong

singkat ini, tak lebih karena warga sangat antusias dan kompak, untuk segera memiliki jembatan sendiri tanpa menggantungkan subsidi dari pemerintah daerah.

“Saat ini tengah merencanakan pengembangan TPQ dan masjid. Musala saja baru ada ramadhan kemarin. Sebelumnya, kami para warga numpang kegiatan di masjid milik Unirow (Universitas
Ronggolawe). Ada sekitar 60 anak belum memiliki tempat untuk belajar agama,” kata Wira.

Menurut Wira, di antara warga yang paling getol memberikan motivasi untuk mengembalikan gotong royong yang sempat hilang di tengah masyarakat itu adalah Kapten Lasmito.

Dia adalah Danramil Montong yang memang tinggal di perumahan Desa Widengan. Khusus untuk pembangunan jembatan itu sendiri dia menyumbang 50 sak semen.

Sementara Lasmito sendiri saat ditanya peran pentingnya munumbuhkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat berusaha mengelak.

“Hangatnya bauran antara warga desa dan perumahan yang sepertinya jarang terjadi di banyak tempat, menjadi teladan yang tepat guna menghapus strata sosial,” kata dia.

Tapi pada prinsipnya, Lasmito berharap agar semangat warga ini direspon hangat dengan kebijakan Pemkab Tuban agar lebih merata. Ibaratnya, tidak ada lagi dikotomi utara dan selatan.  WANTI TRIA APRILIANA

Facebook Comments

About the Author