Published On: Jum, Okt 7th, 2016

Warga Wajib e-KTP Yang Belum Lakukan Perekaman Tinggal 3 Persen

Share This
Tags

TUBAN

seputartuban.com – Jumlah penduduk wajib e-KTP yang belum melakukan perekaman tinggal sedikit. Terhitung sampai 5 oktober 2016 menyisakan sekitar 3 persen dari total warga wajib e-KTP penduduk di Kabupaten Tuban.

Proses pembuatan E-KTP di Kec. Jenu

Proses pembuatan E-KTP

Kepala Bidang (Kabid) Kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tuban, Gunadi, menyampaikan dari 1.005.225 jiwa yang belum selesai melakukan perekaman e-KTP tinggal 25.223 warga saja. Sedangkan yang resmi sudah memiliki e-KTP sebanyak 980.002 warga. “Dari total warga yang wajib melakukan perekaman, tinggal sekitar 2 sampai 3 persen yang belum lakukan perekaman,” katanya.

Instansinya berupaya agar semua warga segera miliki e-KTP, sehingga pihaknya juga terus lakukan perekaman dengan cara jemput bola ke desa. Dengan catatan jumlah pemohonnya memenuhi kuota, yakni minimal 100 pemohon tiap desa. “Termasuk pula ke sekolah-sekolah untuk anak sekolah yang wajib e-KTP,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya, sejak tiga bulan terakhir jumlah pemohon KTP elektronik terus membludak. Rata-rata per hari mencapai 500 antrean, selain itu masih banyak penduduk yang kembali pulang lantaran kehabisan nomor antrean.

Hal itu terjadi karena sebelumnya masyarakat cemas dengan informasi yang beredar bahwa batas waktu perekaman berakhir 30 September 2016. Namun akhirnya pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan kelonggaran batas akhir waktu perekaman data e-KTP hingga pertengahan 2017.

“Sisi baiknya, dengan adanya kabar yang sebelumnya tersebut, membuat warga yang belum melakukan perekaman segera melakukan perekaman,” masih kata Gunadi.

Dia menambah, per-Mei 2016, warga yang belum lakukan perekaman masih 135 ribu jiwa lebih dari jumlah wajib KTP yang sebanyak 1.005.225 jiwa. Sedang untuk saat ini hanya tinggal 25 ribuan warga yang belum lakukan perekaman.

Dia juga menghimbau kepada warga agar lebih melakukan perekaman e-KTP di kantor kecamatan. Apabila seluruh pemohon mengurus di kantor Disdukcapil, maka pelayanannya juga kurang maksimal. Gunadi menjelaskan untuk Kantor Disdukcapil memiliki kapasitas yang terbatas, yakni maksimal cukup 500 pemohon tiap hari. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author