Published On: Kam, Sep 22nd, 2016

Warga Rahayu Siap Blokir Pintu JOB PPEJ Lagi

SOKO

seputartuban.com – Rencana aksi masa yang melibatkan 800 warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban Rabu, (21/9/2016) pagi Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB P-PEJ) batal dilaksanakan. Karena sehari sebelumnya pihak JOB PPEJ dalam pertemuan itu menegaskan pencairan kompensasi masih dalam proses.

Kades Rahayu, Sukisno di ruang kerjanya

Kades Rahayu, Sukisno di ruang kerjanya

Kepala Desa Rahayu, Sukisno mengatakan bahwa penundaan aksi itu karena perwakilan operator Lapangan Mudi, Blok Tuban, JOB PPEJ menegaskan pencairan kompensasi sejak bulan Januari hingga Agustus 2016 sedang diproses. “Kemarin sore (Selasa, 20/6/2016) kurang lebih ada 4 perwakilan dari pihak JOB P-PEJ yang datang ke Balai Desa dan melakukan pertemuan kecil dengan kami,” terangnya, Rabu (21/9/2016) siang.

Menurutnya, kedatangan perwakilan perusahaan tersebut untuk meminta informasi secara detail tentang kesepakatan awal serta latar belakang munculnya kesepakatan pemberian kompensasi. Oleh pihak desa disampaikan sengkarut yang muncul belakangan terkait pemberian kompensasi karena perusahaan kurang terbuka. Yang berdampak pada tersendatnya pembayaran kompensasi kepada masyarakat.

Keterbukaan yang tidak terwujud itu menyebabkan pehamanan yang berbeda antara perusahaan dan masyarakat. Sehingga menyebabkan dan kompenasasi tidak dicairkan karena versi perusahaan berbeda dengan masyarakat. “Informasi ini ya mengagetkan kami,  ternyata ada permasalahan internal. Ya silahkan saja jajaran manajemen berdebat asalkan tidak memperlambat proses pencairan kompensasinya,” lanjutnya.

Sedangkan tentang keputusan penghentian pembayaran kompensasi yang sempat dikabarkan sebelumnya, hal itu belum sepenuhnya benar. Karena menurut Kades, belum diputuskan manajemen tertinggi perusahaan dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pusat.

Kades menegaskan dalam pertemuan itu, ia bersama warganya akan kembali melakukan aksi pada Minggu (25/9/2016) dengan melakukan pemblokiran dipintu masuk PAD-A dan PAD-B perusahaan jika pihaknya tak kunjung menerima kabar. “Sudah kami sampaikan keseluruh teman teman kordinator lapangan. Jika kami tidak menerima jawaban sampai dengan waktu yang telah disepakati ya mau bagaimana lagi,” pungkasnya.

Saat akan dimintai tanggapanya terkait hal ini,  Field Administrastiont Superintendent (FAS) JOB P PEJ, Akbar Paradima saat dihubungi melalui ponselnya beberapa kali tidak dijawab meskti terdengar nada sambung. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author