Published On: Sel, Agu 11th, 2015

Warga Prunggahan Wetan Tutup Paksa Galian C

SEMANDING

MEDIASI: Perwakilan warga berdialog dengan pemilik tambang serta Muspika Semanding di Kantor Kepala Desa Prunggahawan Wetan, Selasa (11/08/2015) siang.

MEDIASI: Perwakilan warga berdialog dengan pemilik tambang serta Muspika Semanding di Kantor Kepala Desa Prunggahawan Wetan, Selasa (11/08/2015) siang.

seputartuban.com-Puluhan warga Dusun Taragan dan Dusun Randuanak Desa Prunggahan wetan Kecamatan Semanding menghentikan paksa aktivitas penambangan galian C yang berlokasi tak jauh dari obyek wisata air Bektiharjo, Selasa (11/08/2015) pagi.

Penyegelan dilakukan dengan cara memaksa operator bego berhenti melakukan pengerukan. Aksi ini sendiri sebenarnya bukan dadakan.

Sebelumnya, Minggu (09/08/2015) warga dua dusun tersebut sudah mengingatkan pemilik usaha galian C untuk tidak melanjutkan aktivitasnya.

Namun bukannya berhenti, Senin (10/08/2015) justeru pemilik lahan malah terkesan menunjukkan powernya dengan mengerahkan sejumlah mesin bego untuk melakukan penggalian secara besar-besaran. Warga yang merasa diabaikan kemudian meluruk lokasi.

Kepada warga pemilik galian C mengaku hanya melakukan pemerataan karena lokasi perbukitan tersebut akan dijadikan komplek perumahan.

Dia juga berjanji untuk sementara akan mengentikan pekerjaannya meratakan bukit, sambil menunggu izin yang katanya masih dalam proses segera keluar.

Tapi, lagi-lagi komitmen dengan warga itu tak digubris. Aktivitas pengerukan tetap berjalan. Hal itu membuat warga emosi dan menyetop paksa semua pekerjaan di lokasi galian.

“Sebelumnya kami sudah menyampaikan pada penanggung jawab pekerjaan galian agar dihentikan sementara karena belum menyampaikan pemberitahuan ke pihak desa dan warga sekitar. Selain itu suara dan getaran yang ditimbulkan (mesin bego) ini sangat mengganggu,” ungkap Sutomo, juru bicara warga.

Mereka khawatir jika aktivitas tersebut tetap berjalan maka dampak yang ditimbulkan dapat merusak rumah warga. Karena jarak antara lokasi dan dan rumah warga hanya beberapa meter akibat paling cepat tembok rumah mengalami retak.

Mengantisipasi anarkis massa, Kepala Desa Prunggahan Wetan Hari Winarko mempertemukan warga, pemilik tambang, Muspika Semanding serta Satpol PP Tuban di balai desa setempat.

Menurut Hari, hasil kesepakatan bersama menyebutkan aktivitas galian sementara Zdilarang beroperasi. Sebab belum ada izin pekerjaan baik dari pihak pemerintah desa, warga mamupun Pemkab Tuban. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author