Published On: Rab, Jul 17th, 2013

Warga Protes, Pilkades Glodog Diulang

Share This
Tags

PALANG

seputartuban.com – Pemilihan Kepala Desa (Kades) serentak di Kabupaten Tuban masih menyisakan pekerjaan rumah. Pasalnya muncul banyak persoalan dalam pelaksanaan pesta demokrasi di 275 desa se-Kabupaten Tuban, Senin (15/07/2013) lalu.

Demo Glodok

EMOSI : Warga saat protes Pilkades karena panitia dianggap curang

Gejolak warga yang muncul akibat Pilkades di Desa Glodok, Kecamatan Palang, Kab. Tuban sejak Senin malam. Warga menggagalkan proses pemilihan karena dianggap panitia tidak netral. Bahkan akibat kejadian ini kotak suara hasil harus diamankan Polisi.

Bahkan panitia Pilkades sempat tertahan didalam Balai Desa. Dan baru bisa keluar setelah datang personil Brimob Polda Jatim, yang sejak awal disiagakan dalam pengamanan Pilkades massal ini.

Demo Pilkades GlodokAksi berlanjut pada Selasa (16/07/2013),  warga menggruduk Kantor Kecamatan Palang untuk melanjutkan aksinya. Menurut Bungtomo, perwakilan warga yang aksi mengatakan panitia dianggap curang.

Diantaranya pemilih dapat menyalurkan haknya dengan menggunakan KTP, tidak perlu memakai surat panggilan memilih. Sehingga ada warga yang dapat mencoblos lebih dari sekali dengan menggunakan dua identitas tersebut.

Selain itu, massa pendukung Calon Kades (Cakades) nomor urut 2, Hariyanto juga menganggap panitia terkesan mendukung Cakades nomor 1, Sudjianto. Karena warga merasa, yang terkesan mendukung Cakades nomor 2 dipanggil belakangan untuk mencoblos. Dan batas akhir penyerahan surat panggilan memilih dari warga ke panitia melebihi jam 13.00 WIB, sesuai waktu yang telah ditetapkan.

“Aturan awal adalah jam satu proses pemungutan suara ditutup, ternyata jam 1 masih diperbolehkan pemilih melakukan pemilihan. Untuk pemanggilan pemilih pilih kasih, jika pendukung nomor satu didahulukana,” ujar Bung Tomo.

Untuk meredam amuk massa, Camat Palang, Danramil dan Kapolsek Palang bersama Panitia Pilkades Glodog dan perwakilan massa melakukan pertemuan tertutup. Dan hasilnya pelaksanaan Pilkades diulang, seluruh biaya ditanggung panitia.  Panitia lama dibubarkan dan diganti panitia baru,  tempat pemungutan suara tidak di Balai Desa Glodog namun dilokasi terbuka.

“Dari hasil pertemuan ada beberapa hal yang dihasilkan diantaranya, akan dilakukan pemilihan ulang, dan panitia yang ada saat ini dibubar akan diganti dengan panitia yang baru,” imbuh Bungtomo usai pertemuan.

Sementara itu hingga massa membubarkan diri, panitia Pilkades belum dapat dikonfirmasi wartawan. (sin/muh)

Facebook Comments

About the Author

Displaying 3 Comments
Have Your Say
  1. Wes Money Politic, Akal-akalan, Gegeran. Tidak ada teman, tidak ada Saudara, semua karena sebuah jabatan yang bernama ” PETINGGI “.
    sebuah potret buram DEMOKRASI di Indonesia.

  2. al berkata:

    ganti model lurah aja

  3. plur berkata:

    pilkades pekuwon rengel suksessss…
    aman damai dan dewasa
    meski hanya menggunakan pagar tali rafia.
    https://www.youtube.com/watch?v=J-YWRyFreDM&feature=youtube_gdata_player