Published On: Kam, Des 1st, 2016

Warga Lansia Enggan Mengurus e-KTP

TUBAN

seputartuban.com – Jumlah penduduk wajib e-KTP yang belum melakukan perekaman masih menyisakan sekitar 3 persen dari total warga wajib e-KTP penduduk di Kabupaten Tuban. Sebagian besar yang belum melakukan perekaman adalah lanjut usia (lansia) dan yang berdomisili di luar Tuban.

Kepala Bidang (Kabid) Kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tuban, Gunadi

Kepala Bidang (Kabid) Kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tuban, Gunadi

Kepala Bidang (Kabid) Kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tuban, Gunadi, menyampaikan dari 1.005.225 jiwa yang belum selesai melakukan perekaman e-KTP masih ada 25.204 warga. Sedangkan yang resmi sudah memiliki e-KTP sebanyak 980.021 warga atau sekitar 3 persen dari total wajib ber-KTP belum miliki e-KTP.

Dia mengatakan sebagian besar warga yang belum memiliki e-KTP adalah para lansia yang rata-rata tinggal di daerah pelosok atau yang jauh dari Tuban kota. “Dalam pandangan masyarakat umum, orang sepuh sudah tidak perlu lagi membutuhkan e-KTP, ditambah lagi faktor fisik yang membuat enggan mengurus perekaman e-KTP,” katanya, Rabu (30/11/2016).

Pihaknya juga menghimbau agar warga melakukan perekaman e-KTP di kantor kecamatan, jika memang tidak memungkinkan melakukan perekaman di kantor Disdukcapil. Selain itu, jika seluruh pemohon mengurus di kantor Disdukcapil, maka pelayanannya juga kurang maksimal, karena keterbatasan alat cetak. Jika memang diperlukan, pihaknya dapat menugaskan staf memberikan pelayanan e-KTP di kantor desa.

Selain itu, banyak warga yang berada diluar Tuban banyak yang belum mengurus perekaman e-KTP. Padahal sesuai dengan Peraturan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), bahwa per-1 April 2016, warga diluar daerah bisa melakukan perekaman ditempat domisili. Praktis, banyaknya warga yang ada diluar Tuban yang belum lakukan perekaman karena lemahnya sosialisasi pihak terkait, sehingga banyak warga yang belum tahu kebijakan tersebut.  “Kita tidak mungkin mendatangi tempat domisili mereka satu persatu. Kalau ada niatan mau ngurus e-KTP pastinya mereka mengerti akan kebijakan tersebut,” pungkasnya.

Intruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, dalam siaran resminya sekitar bulan September lalu memberikan kelonggaran batas akhir waktu perekaman data e-KTP hingga pertengahan 2017. Meskipun mulai 1 Oktober KTP manual tidak berfungsi. Sehingga instansinya berharap agar warga yang belum memiliki e-KTP untuk segera melakukan perekaman e-KTP. USUL PUJIONO

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Berita Terkini

Videos