Published On: Sel, Jan 12th, 2016

Warga Gununganyar Soko Tuntut Kadus Dilengserkan

SOKO

GEGER : Warga saat dimediasi Camat, Kapolsek dan Danramil Soko menyampaikan tuntutan pelengseran Kadus Pungguk dari jabatanya

GEGER : Warga saat dimediasi Camat, Kapolsek dan Danramil Soko menyampaikan tuntutan pelengseran Kadus Pungguk dari jabatanya

seputartuban.com – Perwakilan warga Dusun Pungguk, Desa Gununganyar, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Selasa (12/1/2016) pagi mendatangi kantor kecamatan setempat. Menuntut mundur Kepala Dusun (Kadus) Pungguk, karena dianggap telah melakukan sejumlah kesalahan.

Kordinator Aksi, Muhamad Zainudin mengatakan belasan warga yang mewakili menuntut mundur Kadus diberhentikan atau mundur dari jabatanya karena dianggap sudah tidak layak menjadi perangkat desa. “Kami menuntut agar Kadus Pungguk, atas nama Shoheh segera diturunkan dari jabatanya. Karena yang bersangkutan sudah tidak layak lagi dijadikan pemimpin,” ungkapnya.

Menurut warga Kadus sudah melakukan tindakan tidak bermoral di masyarakat. Selain itu juga sudah meninggalkan pekerjaanya sejak 2007 sampai 2008. Karena yang bersangkutan menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Selain itu Kadus juga dituding telah melakukan pungutan Rp. 11.000 tahun 2015 tiap kepala keluarga (KK) untuk uji coba air bersih. Serta sejumlah dugaan kesalahan lainya.

“Kami rasa, dari bukti yang sudah tidak diragukan lagi kebenaranya itu cukup dijadikan acuan dan pertimbangan untuk menurunkanya dari jabatan. Kami berharap agar pihak kecamatan segera menyampaikanya pada pihak Pemkab Tuban sehingga kami tidak perlu menunggu berlama-lama,” harapnya.

Kepala Dusun Pungguk, Shoheh, kepadaseputartuban.com enggan berkomentar banyak. Namun secara singkat ia membantah seluruh tudingan warga yang menuntutnya mundur. “Itu tidak benar mas, itu tidak benar, itu hanya masyarakat yang tidak senang saja dengan saya,” pungkasnya menyudahi pembicaraan dan menutup pintu salah salah satu ruang Kecamatan Soko.

Camat Soko, Muji Slamet mengaku akan segera menyampaikan hasil laporan warga ke Pemkab Tuban. Untuk dijadikan bahan pertimbangan pengambilan keputusan. “Sesuai dengan hasil musyawarah yang sudah dilakukan antara kami bersama pihak warga dan kepala dusun yang dimaksud. Hasil mediasi ini akan kami sampaikan ke Pemkab Tuban,” jelasnya.

Namun jika benar meninggalkan tugas menjadi TKI, Kadus pecat karena telah melanggar aturan kerja. “ Tapi yang jelas secara aturanya jika perangkat tidak masuk kerja selama 3 bulan berturut-turut bisa saja diberhentikan dari jabatan,” imbuh Camat Soko.

Karena tidak mendapat kepastian dalam mediasi itu, warga mengancam akan melaporkan kasus itu ke DPRD dan Pemkab Tuban dengan membawa massa lebih banyak. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author