Published On: Rab, Mei 21st, 2014

Wapres Perintahkan Penyederhanaan Perijinan Migas

Share This
Tags

JAKARTA

KETAHANAN MIGAS : Wakil Presiden RI, Boediono saat menyampaikan sambutan pembukaan Convention & Exhibition Indonesia Petrolium Asociation (IPA) di JCC Jakarta, Rabu (21//5/2014)

KETAHANAN MIGAS : Wakil Presiden RI, Boediono saat menyampaikan sambutan pembukaan Convention & Exhibition Indonesia Petrolium Asociation (IPA) di JCC Jakarta, Rabu (21//5/2014)

seputartuban.com – Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono, dalam pembukaan Konvensi  dan Pameran Tahunan  Asosiasi Petrolium Indonesia (IPA) ke-38, di Jakarta Convention Centre, Jakarta, Rabu (21/05/2014) memerintahkan jajaranya bersama pemerintah daerah menyederhanakan perijinan eksplorasi dan eksploitasi Minyak dan Gas (Migas). Karena cadangan Migas 2013 terbukti 3,7 miliar barel, dengan perkiraan 11 tahun mendatang akan habis.

Jika beberapa tahun ini tidak ditemukan sumber minyak baru, tidak menutup kemungkinan Indonesia tidak lagi memiliki Migas. Untuk mengantisipasi hal ini, Wapres menginstruksikan kepada para menterinya dan SKK MIGAS serta pemerintah daerah untuk menandatangani komitmen bersama. Dalam penyederhanaan proses perijinan Migas. Karena dalam era demokrasi dan desentralisasi ini, masih dirasa cukup banyak proses perijinan yang harus dilakukan saat akan eksplorasi dan eksploitasi Migas. Hal ini menjadi penghambat investor sekaligus mengancam kemandirian energi.

“Meski tinggal 5 bulan lagi, saya perintahkan para Mentri dan SKK Migas duduk bersama pemerintah daerah untuk menandatangani agreement menyederhanakan perijinan Migas. Ini dalam mewujudkan kemandirian Migas,” katanya.

Dalam perhelatan terbesar se Asia Tenggara ini, Wapres juga mengatakan pada November 2014, blok Cepu ditargetkan sudah beroperasi dan menghasilkan 80 ribu barel per hari. Sedangkan produksi puncak ditargetkan mencapai 160 ribu barel per hari.

Sebelumnya, Presiden Indonesia Petroleum Association (IPA) Lukman Mahfoedz, dalam sambutanya mengatakan pada tahun 2013, sektor Migas menyumbang pendapatan negara 31 miliar dolar atau 23 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sedangkan pada 2014, anggaran investasi Migas mencapai 26 miliar dolar.

Sedangkan data permintaan energi 2010 mencapai 3,3 juta setara minyak, sedangkan 2025 diperkirakan mencapai 7,7 juta setara minyak. Dari jumlah cadangan dan permintaan diperkirakan. Sedangkan cadangan Migas 3,7 miliar barel, 75 persenya berada di Indonesia timur, dan 85 persenya berupa Gas dan berada dilaut dalam. “Biaya makin tinggi dan membutuhkan tekhnologi semakin canggih. Eksplorasi menjadi sulit,” katanya. MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author