Published On: Jum, Apr 8th, 2016

Wantiyah Bunuh Diri Dengan Sembelih Diri

MONTONG

SEMBELIH DIRI : Jasad korban saat baru tiba di Puskesmas Montong dari lokasi kejadian untuk diperiksa

SEMBELIH DIRI : Jasad korban saat baru tiba di Puskesmas Montong dari lokasi kejadian untuk diperiksa

seputartuban.com – Wantiyah (40), warga Dusun Krajan  RT. 15 RW. 02, Desa Montong Sekar, Kamis (7/4/2016) pukul 11.30 WIB ditemukan tewas. Dengan kondisi leher tersayat dan darah segar masih mengalir.

Awalnya, dia dirumah bersama Slamet (suami) dan Sariyem (mertuanya). Kemudian suami korban pergi bekerja sebagai pandai besi. Sedangkan mertuanya usai membeli es dan kembali kerumah sangat kaget ketika melihat menantunya dalam kondisi terbaring di kamar dan bersimbah darah.

Kemudian ia berteriak dan tetangganya berdatangan. Setelah dilihat dengan seksama, leher Wantiyah terdapat luka menganga dengan darah segar masih mengalir. Serta tidak jauh dari tubuh korban terdapat pisau dapur yang masih berlumuran darah.

Warga kemudian geger hingga didengar aparat desa dan petugas kepolisian dan petugas medis mendatangi lokasi kejadian. Untuk mengevakuasi jasad korban dibawa ke Puskesmas Montong untuk dilakukan pemeriksaan.

Kepala Desa Montong Sekar, Kasmuji (42) dilokasi kejadian mengatakan korban beberapa minggu-minggu ini nampak murung dan senang menyendiri.  Terkadang marah tanpa sebab yang jelas.

Belum jelas dipastikan penyebab bunuh diri. Namun sejumlah warga mengatakan korban mengalami sakit lambung menahun yang tidak kunjung sembuh. “Kami hampir tidak pernah tahu ada keributan dalam rumah tangganya,” katanya.

Hasil olah tempat kejadian, diperkirakan korban menyayat lehernya sekitar 15 menit sebelum ditemukan. Karena darah yang keluar dari luka dilehernya masih segar.

Petugas medis Puskesmas Montong, Basuni (42) usai melakukan pemeriksaan menyimpulkan korban meninggal karena sayatan pisau dapur. Dari leher sebelah kiri hingga ke bagian depan. Menyebabkan luka terbuka sepanjang 15 cm lebar 3 cm kedalaman 3 cm. “Itu mengakibatkan pembuluh darah Venajugularis dan pembuluh darah Artericarotis terputus,” jelasnya.

Kapolsek Montong, IPTU Rukimin, menyampaikan kesimpulan sementara tentang meninggalnya ibu satu anak itu murni akibat bunuh diri.  “Tidak ada tanda-tanda penganiayaan di jasad korban,” pungkasnya.

Diketahui kejadian itu dirumah ukuran 4 meter kali 6 meter. Anak korban awalnya tidak mengetahui peristiwa itu. Remaja putri itu karena masih di sekolah.

Peristiwa bunuh diri di Kecamatan Montong tidak kali ini saja. Terakhir Rabu (20/1/2016) pemuda asal Desa Nguluhan, Kecamatan Montong yang menikah dengan gadis Desa Guwoterus juga berupaya bunuh diri karena menganggur. Dengan cara meminum pestisida. Dia meninggal dunia setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author