Published On: Sen, Jan 11th, 2016

Wanita Ini Gemar Memakan Daun dan Rumput

SENORI

SABAR : Marinah dan anaknya masih balita. Dia rela makan rumput agar anaknya tidak kekurangan makanan

SABAR : Marinah dan anaknya masih balita. Dia rela makan rumput agar anaknya tidak kekurangan makanan

seputartuban.com – Berawal dari kondisi ekonomi yang pas-pasan, membuat Marinah (51), warga Desa Wanglu Kulon, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, menjadi terbiasa makan rumput dan dedaunan. Dia menghemat makanan yang dimasak tiap hari, agar cukup dikonsumsi oleh keluarganya.

Saat ditemui dirumahnya, Minggu (10/1/2016), ia menuturkan awal makan daun dan rumput saat kondisi hidupnya sulit. Rezeki yang didapat tiap hari sangat kurang. Sehingga makanan yang dimasak juga terbatas. Agar cukup untuk dimakan anaknya, ia mengalah dengan makan yang tidak lazim. “Awalnya kebentel (terpaksa) mas, demi anak bisa makan. Saya harus berhemat, terpaksa saya makan dedaunan,” katanya.

Untuk membuat perutnya kenyang, dia makan daun dan sayuran. Bahkan juga memakan ilalang. Ini awalnya terasa sulit dan tidak enak. Namun karena terpaksa, rutinitas memakan yang tidak lumrah itu menjadi sebuah kebiasaan.

Marinah awalnya juga malu dengan perilakunya itu. Namun karena sudah menjadi kebiasaan, akhirnya dia memberanikan diri tidak menyembunyikan perilaku konsumsi daun dan rumput serta sayuran itu ke tetangganya. “Sebenarnya saya malu mas, tetangga banyak yang menganggap saya aneh, mengolok-olok. Walaupun begitu banyak juga yang prihatin dengan saya,” ungkapnya.

Perempuan yang menjanda itu mengaku tetap berusaha menyimpan alasan sebenarnya kenapa dia gemar makan daun dan rumput. “Tetangga hanya mengetahui, saya suka makan daun gitu aja,” sambungnya.

Saat ini perempuan sebatang kara tersebut mencoba untuk mulai menghilangkan kebiasaan buruk tersebut. “Banyak tetangga yang melarang perbuatan ini, takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Apalagi belakangan ini saya sering sakit sakitan,” tambahnya.

Rusmiati (45), tetangga Marinah membenarkan akan perilaku menyimpang itu. Namun dia dan beberapa tetangganya sering mendorongnya agar berubah. Salah satunya dengan mengajak makan bersama, atau membagikan makanan yang layak ke dia. “Berharap kebiasaannya bisa berubah, takut perilakunya berdampak buruk padanya dan anaknya yang masih kecil, bahkan kami sering mengancamnya,” tandasnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban, Endah Nurul K, mengatakan rerumputan sangat berbahaya bagi pencernaan manusia. Karena rumput banyak mengandung selulosa. Zat itu tidak dapat dihidrolisis oleh sistem pencernaan manusia. Berbeda dengan sapi atau hewan pemakan rumput lainnya, dimana terdapat sejenis bakteri yang dapat menguraikan selulosa tersebut. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author