Published On: Sen, Apr 9th, 2012

Wali Murid Mulai Serbu Sekolah RSBI, Baru Dua Hari Sudah Ratusan Pendaftar

Share This
Tags

Penulis : Edy Purnomo

TUBAN

Wali murid saat mendaftarkan anaknya di RSBI SMPN 3 Tuban

seputartuban.com – Dibukanya pendaftaran siswa baru oleh Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berbasis Rintisan Sekolah Berstandart Internasinal (RSBI) mendapatkan tanggapan lebih dari wali murid.

Seperti yang di ungkapkan Suhartini (42), Wali murid asal perumahan Bukit Karang ini kepada seputartuban.com, Senin (09/04/2012), mengaku mempunyai harapan apabila anaknya diterima sebagai siswa sekolah yang berbasis RSBI ini akan mendapatkan pendidikan yan bermutu dan berkualitas, serta mendapatkan bimbingan yang lebih baik dari guru-guru yang profesional.

Wali murid ini juga mengungkapkan bahwa dengan masuknya anaknya sebagai siswa RSBI diharapkan dapat menunjang karir masa depanya. Dimana pendidikan jenjang lanjutan atas (SMA) biasanya lebih mudah menerima ijazah dari SMP yang memang dianggap  berkualitas. “untuk menunjang masa depanya (anak),” ujarnya.

Senada dengan Suhartini, Sri Prihartiningsih (41,) menambahkan bahwa harapanya selain itu adalah skill dan kemampuan pendidikan anaknya bisa bertambah, Sri juga menyatakan bahwa dengan pendidikan yang baik dia berharap kelak saat putranya mencari kerja akan lebih mudah.

Ditemui terpisah, Ketua panitia penerimaan siswa baru RSBI di SMP Negeri 3 Tuban, Widiyatmiko menyatakan bahwa hari kedua jumlah pendaftar di RSBI SMP N 3 Tuban sudah mencapai jumlah 442 pendaftar.

Saat ditanya tentang proses seleksi pendaftaran Widiyatmiko juga menyatakan bahwa proses seleksinya terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu seleksi administrasi, seleksi akademisi, dan seleksi lain seperti penguasaan bahasa Inggris dan komputer sebagai penunjang prestasi.

Seperti diketahui bersama selama 3 hari terakhir di Tuban dua sekolah RSBI yaitu SMP Negeri 1 Tuban dan SMP Negeri 3 Tuban telah membuka pendaftaran siswa baru yang langsung diserbu oleh ratusan pendaftar.

Facebook Comments

About the Author

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. wong ndeso berkata:

    lha yang model begini, yang membuat kualitas sekolah tidak merata, ketersebaran murid pun menjadi tidak imbang. akibatnya terjadi ketimpangan diantara sekolah-sekolah ini.