Published On: Sab, Des 24th, 2016

Wabup; Pemilik Tambang Ilegal Harus Bertanggungjawab

seputartuban.com, TUBAN – Seringnya kejadian kecelakaan ditambang ilegal batu kapur menyebabkan Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein angkat bicara. Menurutnya, pemilik tambang ilegal harus bertanggungjawab terhadap kejadian tersebut.

Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein dalam sebuah kesempatan

Pasalnya saat ini Pemkab tidak memiliki kewenangan terhadap perizinan pertambangan. Karena Izin ijin pertambangan ditangani dan menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi Jatim.. “Pemilik tambang harus bertanggungjawab terhadap kecelakaan itu, harus ada tindakan tegas dari aparat Kepolisian,” kata Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, Jumat (23/12/2016).

Wabup menambahkan bahwa pemerintah daerah sering melakukan pelarangan terhadap penambang melalui Kepala Desa. Selain itu, juga pernah dilakukan sosialisasi dan pelatihan keselamatan penambang, namun hasilnya tetap sia-sia.

Pemkab Tuban berencana akan melakukan penekanan terhadap pemilik tambang ilegal agar memperhatikan bahaya penambangan yang dilakukan dan hal itu jrlas-jelas melanggar aturan melalui Kepala Desa. “Saya pernah mendatangi langsung para penambang tetapi mereka kabur karena dikira mau operasi,” ujar Wabup.

Pemkab juga akan berupaya melakukan koordinasi dengan instansi berwenang dan juga pemerintah provinsi terkait hal itu. Diharapkan pemilik tambang juga lebih memoerhatikan keselamatan pekerja dan melakukan perijinan tambang yang dilakukan.

Diketahui, Selasa (21/12/2016) telah terjadi kecelakaan kerja di tambang ilegal yang menimpa Samsul Azmi (40), warga Desa Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, tewas tertimpa reruntuhan batu kumbung, pukul 12.30 WIB. Jasadnya tertimpa bongkahan batu berdiameter 4 meter X 5 meter dari ketinggian 30 meter di lokasi tambang batu kumbung di Desa Pucangan, Kecamatan Palang.

Kejadian bermula saat istirahat di lokasi ia bekerja, tiba-tiba langit-langit batu kumbung diatasnya runtuh dan menimpanya. Padahal di lokasi kejadian tidak sedang hujan atau aktifitas pekerjaan lainya.

Proses evakuasi jasad korban sempat dihentikan, setelah hampir setengah hari dilakukan. Karena saat kejadian, alat berat tidak dapat memasuki lokasi. Sedangkan jika dilakukan secara manual, dikhawatirkan terjadi runtuh susulan. Hingga keesokan harinya, Rabu (22/12/2016) jasad korban berhasil dievakuasi pada pukul 07.30 WIB. Kemudian dibawa ke RSUD Dr. Koesma Tuban untuk divisum.

Diketahui, di lokasi kejadian merupakan kawasan tambah batu kumbung secara illegal dengan menggunakan mesin dalam proses tambangnya. Kawasan tambang yang sudah secara terang-terangan mengabaikan banyak aspek tersebut tetap saya beroperasi dengan aman tanpa ada penindakan. Bahkan suplai listrik dengan voltase besar juga mendukung aktifitas pertambangan ilegal itu.

Sementara itu jumlah korban meninggal dunia di kawasan tambang illegal menurut data seputartuban.com, hingga saat ini sudah lebih dari 17 orang. Data itu sejak 2009 hingga 2016, itupun berdasarkan kejadian yang terpublikasi atau diketahui publik. Belum termasuk kejadian yang disembunyikan dari banyak pihak.

Kejadian itu di kawasan Kecamatan Montong,  Kecamatan  Grabagan,  Kecamatan Merakurak, Kecamatan Semanding, Kecamatan Kerek dan Kecamatan Rengel serta Kecamatan Plumpang. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author