Published On: Sen, Okt 14th, 2019

User PBT Desak Diskoperindag Minta Kejelasan Status Kepemilikan Kios

seputartuban.com, TUBAN – Puluhan user yang tergabung dalam paguyuban pedagang pasar besar Tuban, mendatangi Kantor Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tuban untuk dengan pendapat bersama kepala dinas, Senin (14/10/2019). Mereka bergolak lantaran bangunan lama yang mangkrak dirobohkan tanpa mengajak para pemakaian tersebut terlebih dahulu.

GRUDUK DINAS : User pasar besar Tuban saat diskusi dengan Kepala Diskoperindag Kabupaten Tuban

Dalam dengar pendapat (hearing) tersebut, Kepala Diskoperindag Kabupaten Tuban, Agus Wijaya menyampaikan konsep Pasar Besar Tuban (PBT). Yakni akan dibuat pasar modern yang didalamnya selain ada pasar juga terdapat hotel dan wahana bermain. “yang mana dalam konsep tersebut sebagai sarana penunjang untuk menarik pengunjung ke pasar,” katanya.

Selain itu, Agus Juga akan menjembatani antara pihak PT Hutama karya (HK) selaku pihak ketiga PBT bertemu dengan User. “hari Rabu semua disini, jadi kita bisa langsung menunggu jawaban dari mereka. Katanya mau dikasih maketnya juga biar kita sama-sama tau nanti konsep bangunannya seperti apa,” imbuhnya.

Sementara itu, perataan bangunan dan rencana pembangunan pertama secara seremonial di PBT yang akan dilakukan oleh Bupati Tuban, Fathul Huda pada 17 Oktober 2019 mengundang tanya bagi user . Pasalnya, mereka yang sudah setor uang muka maupun melunasi, penasaran dan ingin melihat cetak biru (blueprint) dari HK.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Paguyuban PBT, Johana menegaskan intinya semua urusan selesai baru ada peletakan batu pertama. Urusan yang dimaksud mulai apakah user bisa menempati lagi, dan harganya berapa. Sedangkan bagi yang tidak bisa menempati uang yang pernah disetor dikembalikan berapa kali lipatnya. “Dari kesepakatan dipaguyuban, uang dikembalikan 15 kali lipat dari yang pernah disetor,” tegasnya.

Lebih lanjut Johana menambahkan, kalau konsep dulu ditencanakan sekitar 1.100 kios dan sekarang 1.400. Sedangkan didalam paguyuban, terdapat 170 lebih yang sudah terdaftar dan yang sudah lunas hampir 200 user. Terkait dengan harga bervariasi, mulai dari Rp. 50 juta sampai Rp. 80 juta.

“Tapi yang paling kita sesalkan saat perataan kios itu tanpa sepengetahuan kita semua sebagai user, dan sampai sekarang tidak memberi alasan. Kalau tidak ada titik temu kita akan melakukan aksi yang lebih besar lagi saat groundbreking,” pungkasnya. RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos