Published On: Kam, Jan 12th, 2017

Usai Larung Sesaji, Penambang Pasir Tenggelam Ditemukan

seputartuban.com, SOKO – Jasad lelaki yang tenggelam di sungai bengawan solo, kawasan Desa Glagahsari, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban pada Senin, (9/1/2016) sore, akhirnya Rabu, (11/1/2016) dini hari ditemukan. Hasil pencarian warga dan tim gabungan TNI, Polri, BPBD Pemkab Tuban.

SEMPAT DIHENTIKAN : Suasana proses pencarian korban dilakukan petugas gabungan dibantu penambang pasir tradisional

Korban adalah Supar (51), warga Desa Jatiduwur, Rt 06 Rw 06, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Jasadnya berhasil ditemukan sekitar pukul 00.30 WIB dalam keadaan terapung dan sudah tidak bernyawa sejauh 10 meter dari lokasi tenggelam. Saat ditemukan, jasad korban sudah membengkak.

Hasil visum luar terhadap Jasad korban, petugas tidak berhasil menemukan bekas penganiayaan pada tubuhnya. Ia ditemukan masih mengenakan kaos lengan panjang warna hitam, celana pendek, dan penutup kepala dari kaos warna merah, “Jasad korban ditemukan tak jauh dari titik korban dikabarkan tenggelam,” terang Kapolsek Soko, AKP Yudi Hermawan.

Setelah jenazah dievakuasi ke bibir sungai, kemudian dibawa ke RSUD Dr R Koesma Tuban selanjutnya dijeput keluarga.

Sebelum ditemukan, para penambang pasir, rekan kerja korban dan masyarakat setempat mengadakan ritual dengan sesaji. Yakni ritual yang bermaksud memohon kepada tuhan agar korban segera diketemukan. Setelah dibacakan doa oleh warga setempat yang dituakan, sesaji berupa ayam panggang utuh beserta nasi, dan berbagai rangkaian kembang setaman yang ditaruh dialam tampah dilarung dan dihanyutkan menuju bantaran sungai pada Selasa (11/1/2016) siang selepas azdan dhuhur.

Ritual tersebut sudah dilakukan setiap ada warga setempat yang meninggal dengan cara yang sama, tepat setahun sebelumnya. Jasad korban segera muncul kepermukaan tidak jauh dari lokasi hilangnya korban.Sukran, warga Dusun Siwalan, desa setempat pada Januari 2016 tenggelam saat menjaring ikan pada hari minggu.

Sedangkan ditahun 2015 dengan hari dan jam yang sama. Supari, warga setempat meninggal dengan cara yang sama saat mencari kerang didasar air dan tak kunjung kembali ke permukaan.  “Rata-rata yang meninggal di sungai memang bukan orang sini, beberapa diantaranya warga luar daerah yang tinggal dan menetap disini. Sedangkan yang meninggal kemarin itu warga luar daerah yang bekerja disini,” kata warga setempat, Sumito.

Diketahui,  korban dikabarkan hilang setelah diketahui tidak lagi muncul ke permukaan air usai melakukan penyelaman. Ia menyelam untuk mengambil pasir dari dasar sungai bengawan solo. Kabar hilangnya korban, pertama kali diketahui oleh rekan sesama penambang pasir. Yakni Budiono, Rifai, dan Ngadiran pada Senin  (9/1/2017) sekitar Pukul 15.00 WIB.

Setelah upaya pencarianya tak membuahkan hasil, mereka segera melaporkan kabar tersebut pada perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Soko. Upaya pencarian korban, dilakukan sejak Pukul 07.00 WIB melibatkan 15 personil Polisi menggunakan 1 perahu karet milik Sat Sabhara Polres Tuban. 12 personil dari Badan Penanggulangan Bendana Darah (BPBD) Kabupaten Tuban menggunakan 1 perahu karet. Serta 18 penambang pasir setempat menggunakan 3 perahu yang digunakan menambang.

Karena kendala cuaca pencarian itu dihentikan karena debit air mengalami peningkatan. Kondisi air sungai yang keruh juga mengganggu jarak pandang penyelam serta derasnya arus dasar sungai juga membahayakan petugas. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author