Published On: Sab, Mei 9th, 2015

Usai Divonis, Kades dan Sekdes Socorejo Tetap Menjabat

TUBAN

DISERGAP POLISI : Kades Socorejo, Kecamatan Jenu, Kab. Tuban, (kaos putih) dan Sekdes (kaos bergaris) saat tertangkap tangan menerima uang Rp. 25 juta dari Notaris di Rumah Makan Kayu Manis, Minggu (11/01/2015) petang. (istimewa)

DISERGAP POLISI : Kades Socorejo, Kecamatan Jenu, Kab. Tuban, (kaos putih) dan Sekdes (kaos bergaris) saat tertangkap tangan menerima uang Rp. 25 juta dari Notaris di Rumah Makan Kayu Manis, Minggu (11/01/2015) petang. (istimewa)

seputartuban.com – Kepala Desa (Kades), Syaiful Bakhri dan Sekretaris Desa (Sekdes) Socorejo, Kecamatan Jenu, Kab. Tuban, Parlan akan tetap menjalani jabatanya usai menjalani putusan pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Surabaya. Karena belum melanggar aturan pengangkatan jabatan dan pemberhentian keduanya.

Keduanya dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) 1 tahun 6 bulan. Pada 30 April lalu, Pengadilan Tipikor Surabaya mengeluarkan vonis keduanya masing-masing 1 tahun penjara. Sesuai dengan pasal yang dijerat untuk keduanya. Yaitu pasal 12 Huruf E UU RI tahun 2001 tentang perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi jo pasal 11 UU RI Tahun 2001 tentang Tipikor.

Menurut kuasa hukum keduanya, M. Sholeh, klienya tidak akan melakukan banding atas putusan hakim ini. Karena sudah diputus paling singkat sesuai aturan perundangan. Karena dipotong masa tahanan, keduanya akan menjalani hukuman kurungan penjara tinggal beberapa bulan saja.

“Karena dikenai dengan hukuman minimal kita tidak melakukan banding, sebab membutuhkan waktu lebih lama. Keduanya pun sudah menerima putusan hakim itu,” kata Sholeh, Jum’at (08/05/2015).

Sementara itu, Kabag Humas dan Media Setda Tuban, Teguh Setyobudi mengatakan hingga saat ini Pemkab Tuban belum menerima salinan putusan itu, sehingga belum bersikap. Namun sesuai dengan aturan kepegawaian, jika keduanya dituntut 5 tahun lebih, maka dengan sendiri mereka berhenti.

“Bila ancaman hukumannya dibawah 5 tahun maka mereka tidak diberhentikan, sesuai dengan aturan yang ada,” kata Teguh.

Terpisah, Kepala BKD Tuban, Nur Hasan mengatakan Sekdes berstatus PNS tetap menerima gaji 75 persen karena tidak menjalani tugasnya. Belum dapat dipastikan apakah Sekdes akan dipindah tugaskan atau tetap menjabat di Socorejo. Karena akan dilakukan pembahasan lebih lanjut. “Nanti akan kita kaji, karena belum menerima laporan dari SKPD terkait,” jelas Nur Hasan.

‎​Diberitakan sebelumnya, Kades Socorejo Syaiful Bakhri dan Sekdes Parlan tertangkap tangan saat menerima uang Rp 25 juta dari seorang notaris yang akan mengurus tanah untuk PT Kawasan Industri Gresik (KIG) di Tuban, Minggu (11/01/2015) di Rumah Makan Kayu Manis Jalan Basuki Rahmat Tuban, sekitar pukul 17.45 WIB.

Dari operasi tangkap tangan ini polisi menyita uang tunai Rp 25 juta dalam dua amplop. Satu amplop cokelat berisi Rp 18 juta dan satu amplop putih berisi Rp 7 juta. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. Seharusnya yo mundur rek, malu lah…..

    lihat juga Undang-Undang ASN, disitu disebutkan kalau tindak pidana yang dilakukan oleh PNS (sekdes=PNS)itu berkaitan dengan JABATANYA (sebagai PNS) maka harus “diberhentikan dengan tidak hormat”.