Published On: Kam, Agu 25th, 2016

Usai Bongkar Kebocoran Bektiharjo, Kapolres Diacungi Jempol Bupati Tuban

TUBAN

seputartuban.com – Berhasil menangkap tangan dugaan kebocoran retribusi tiket masuk wisata pemandian Bektiharjo Tuban. Selasa (23/8/2016), Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad mendapatkan apresiasi dan ucapan terima kasih dari Bupati Tuban, Fathul Huda.

AMAN: Seekor kera tengah menikmati rehat siang di obyek wisata Bektiharjo, Senin (09/03/2015) siang. foto: WANTI TRI APRILIANA

PERMAINAN TIKET : Diduga kuat permainan tiket di wisata Bektiharjo sudah berlangsung lama. Selain modus menjual tiket bekas, diduga juga menarik biaya pengunjung tidak sebanding dengan jumlah tiket yang diberikan.

Hal itu disampaikan Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad, Ia menjelaskan bahwa apresiasi itu disampaikan langsung oleh Bupati Tuban saat berjabat tangan denganya, usai membuka sebuah kegiatan.

“Kami mendapat apresiasi langsung oleh Bupati setelah melakukan operasi tangkap tangan terhadap 7 pegawai ditempat wisata Bektiharjo. Semoga tindakan yang merugikan Pemerintah Kabupaten Tuban ini menjadi pelajaran bagi seluruh pegawai ditempat wisata lainya,” kata Kapolres Tuban, Selasa (23/8/2016) sore.

Menurut Kapolres, Minggu (22/8/2016) sore, Unit II Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Tuban melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT) di pintu masuk dan loket Pemandian Wisata Bektiharjo. Yang berada di wilayah Kecamatan Semanding. OTT tersebut menindaklanjuti atas laporan masyarakat.

Dalam operasi itu diamankan 7 pegawai  wisata. Mereka yang diamankan diantaranya berinisial MN, AD, DD, TT, DJ, IM, serta TS. “Hasil pemeriksaan kami terhadap seluruhnya, selama sehari saja mereka berhasil mendapat uang tunai sebesar Rp 2.300.000. Besaran jumlah itu didapat dari tiket masuk yang seharusnya disobek usai diberikan kepada petugas namun tidak disobek. Sehingga dari tiket bekas itu digunakan kembali untuk dijual ke beberapa pengunjung lain” lanjut Kapolres.

Dengan modus operandi itu, pendapatan daerah menjadi hilang. Karena pendapatan wisata tidak semua disetor menjadi pendapatan daerah, namun sebagianya menjadi pendapatan pribadi.

Tiket masuk setiap hari Senin-Jumat, tiket dijual Rp 4.000 per lembar untuk dewasa dan Rp 2.500 per lembar untuk anak-anak. Sedangkan Sabtu, Minggu, dan hari libur lainya tiket dijual Rp  4.500 per lembar untuk dewasa dan Rp 3.000 per lembar untuk anak-anak.

Ketujuh petugas wisata yang saat ini tengah menjalani penyidikan. Jika secara hukum cukup bukti, akan dijerat pasal 2 JO pasal 3 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun maksimal 20 tahun. “Ditunggu saja, seluruhnya masih menjalani penyidikan,” pungkasnya. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author