Published On: Rab, Mei 21st, 2014

Upaya Warga Pelorot Kades Sawir Kandas

TAMBAKBOYO

TAK BERKUTIK: Kades Nur Indahyani saat digelandang dari salah satu kamar Hotel Purnama, Rabu (06/07/2014) siang.

TAK BERKUTIK: Kades Nur Indahyani saat digelandang dari salah satu kamar Hotel Purnama, Rabu (o5/07.2014) siang.

seputartuban.com-Upaya warga Desa Sawir, Kecamatan Tambakboyo, Tuban, untuk menurunkan Kepala Desa (kades) Nur Indahyani belum membuahkan hasil. Meski sudah banyak  aksi dan protes yang dilakukan warga, kades cantik berstatus janda usai digerebek massa saat bobok-bobok siang (BBS) di hotel Purnama, Rabu (07/05/2014) lalu itu, seperti menabrak dinding tebal.

Bagaimana tidak. Mulai aksi demo di kantor Pemkab Tuban sampai pelaporan kasus ke pihak berwajib juga belum bisa melengserkan Nur Indahyani itu dari kursi kekuasaannya. Salah satu warga setempat, NH menjelaskan bahwa warga gusar dengan tindakan Pemkab Tuban yang dinilai molor. Banyak warga yang menginginkan kades cantik itu diberhentikan. Sehingga jalannya pemerintah desa bisa dilaksanakan dengan baik.

“Sudah mendesak kepada pemerintah untuk segera menurunkannya. Kemarin kami juga demo di inspektorat, tapi masih akan diteliti dulu, ” kata NH.

Sementara Kepala Inspektorat Pemkab Tuban, Agus Priyono Hadi,  menjelaskan pihaknya sudah menerima berkas kasus Kades Sawir itu. Selanjutnya, berkas akan kembali diteliti mulai proses hukum, tindakan indisipliner dan lainnya. “Proses hukumnya kan belum selesai, tunggu dulu, ” kata Agus, Rabu (21/05/2014).

Agus menjelaskan bahwa pencopotan kades tidak serta merta ditetapkan oleh Pemkab Tuban. Sesuai aturannya, pemberhentian kades memiliki mekanisme tersendiri. Yakni, diusulkan oleh BPD sesuai hasil kesepakatan dengan dibubuhi keputusan yang bermaterai. Selanjutnya,  hasilnya disampaikan kepada Pemkab Tuban.

“Kita bukan majelis justifikasi, tapi mediasi bagaimana baiknya yang disesuaikan aturan. Kita tunggu saja keputusan dari BPD nanti hasilnya disampaikan pada kita, ” imbuhnya.

Diberitakan, sebelumnya kasus mencuat akibat dua kades beda jenis kelamin yang tengah dimabuk asmara itu sedang bobok-bobok siang (BBS) di HJotel Purnama, Tuban. Dia adalah Sugiono, Kades Kedungrejo Kecamatan Kerek dan Nur Indahyani yang merupakan Kades Sawir di Kecamatan Tambakboyo. Sugiono merupakan kades aktif yang sudah memilik isteri dengan satu anak. Sedangkan Nur Indahyani saat ini dalam proses cerai dengan suaminya.

Menanggapi hal itu Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein kepada seputartuban.com, menegaskan pemberhentian kades hanya bisa diproses jika diusulkan dengan dasar hasil musyawarah oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang ditujukan kepada bupati melalui camat. Hal ini akan menjadi pertimbangan formal bupati apakah kades akan dipecat atau tidak. HANAFI

Facebook Comments

About the Author