Published On: Sel, Apr 24th, 2018

Upaya DPRD Tuban Pastikan Penanganan Jembatan Widang Ambrol Cepat

seputartuban.com, TUBAN – Wujud menjalankan fungsi wakil rakyat, DPRD Tuban, Rabu (24/4/2018) melakukan kunjungan ke Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya. Untuk memastikan penanganan jembatan Widang yang ambrol cepat selesai. Hasilnya ditargetkan 10 hari sebelum lebaran, jembatan tersebut sudah dapat dioperasikan.

Ketua DPRD Tuban, M. Miyadi (baju hijau putih) bersama Komisi D dan pihak BBJN VIII Surabaya

Ketua DPRD Kabupaten Tuban, M. Miyadi yang memimpin jalannya kunjungan bersama Wakil Ketua DPRD Tuban, Hadi Nur Riza dan Komisi D DPRD Tuban mengatakan hasil penanganan sudah ada tindakan baik. Penyelesaian perbaikan jembatan ambrol yang dibangun pada tahun 1978 tersebut ditargetkan selesai pada 10 hari sebelum lebaran.

Menurut Ketua DPRD Tuban yang juga mantan aktivis mahasiswa itu mengatakan, terdapat 6 poin hasil kunjungan tersebut. Yakni DPRD Tuban mendorong agar proses perbaikan jembatan cincin yang ambrol menjadi super prioritas untuk ditangani. “Karena itu jalur penting menyangkut hajat hidup dan kepentingan masyarakat luas, sehingga kami berharap cepat dan tepat diselesaikan,” harapnya.

Saat ini sudah mulai proses perbaikan dilakukan. Ditargetkan 10 hari sebelum lebaran sudah selesai dikerjakan. Sehingga tidak mengganggu arus mudik maupun arus balik.

Selain itu, dalam kunjungan itu juga dipastikan Balai BBPJN VIII Surabaya akan melakukan pengawasan secara terus menerus atas kondisi jembatan. Hal itu untuk mengurangi terjadinya kecelakaan. Selain itu juga akan dilakukan uji kelayakan pemakaian jembatan secara berkala.

“Masyarakat sekitar diminta sabar dan tenang pada saat pengerjaan ini. Dikarenakan ada getaran-getaran dan kebisingan bunyi yang akan terdengar,” harapnya.

Selanjutnya, pengguna jalan diharapkan mematuhi himbauan dari para pihak terkait untuk penggunaan jembatan yang masih ada. Baik dari arah Lamongan atau arah Surabaya.

Sedangkan dari arah Tuban atau Semarang kendaraan berat diharuskan melalui jalur daendels. Sedangkan untuk bus, mobil, motor masih dapat melalui jembatan yang masih ada. “Dengan catatan pengawasan tonase muatan berpedoman UU (undang-undang),” pungkasnya. NAL

Facebook Comments

About the Author