Published On: Sen, Feb 19th, 2018

Upaya Desa Wisata Guwoterus Berbasis Sedekah Bangkitkan Wisata Tuban

Wujudkan Semangat Bersama Studi Wisata Berhari-hari ke Bali

seputartuban.com – Keseriusan para pelaku dan penggerak Desa Wisata Guwoterus Berbasis Sedekah dalam mengembangkan wisata ditunjukkan keseriusannya. Mulai Kamis (15/2/2018) hingga Minggu (18/2/2018) melakukan studi pengelolaan dan pengembangan wisata di Pulau Dewata, Bali. Pengurus, Perangkat Desa, Perhutani KPH Parengan, Pers, Staf Baznas Kab. Tuban, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pimpinan DPRD, Komisi A DPRD Tuban turut serta dalam rombongan ini.
Keterlibatan para pihak terkait ini karena secara geografis, Guwoterus Kecamatan Montong Kabupaten Tuban ada di tengah wilayah Kabupaten Tuban.

Proses studi lapangan di Desa Wisata Penglipuran Bali

Sehingga jika kawasan ini dapat berkembang baik, maka dampak positif jelas akan terjadi di kecamatan lain yang jadi perlintasan menuju Montong. Selain itu, untuk mewujudkan Desa Wisata Berbasis Sedekah diperlukan komitmen dan upaya bersama lintas sektor.

Diantaranya yang menjadi tujuan studi adalah Desa Wisata Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan /Kabupaten Bangli, Bali. Sebuah kawasan desa wisata yang masih mempertahankan adat istiadat /budaya masyarakat secara fisik maupun non fisik. Mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara serta meraih sejumlah penghargaan bergengsi tingkat nasional maupun asia.

 

Proses penyerahan Cinderamata berupa logo Pemkab Tuban dari hasi pengrajin Bambu Mini Ori binaan Desa Wisata Guwoterus Berbasis Sedekah kepada Ketua Pengelola Desa Wisata Penglipuran

Menurut Ketua Desa Wisata Penglipuran, I Nengah Moneng saat menerima rombongan di Balai Banjar (Balai Desa) mengatakan selain bentuk menjaga warisan leluhur, menjaga adat/budaya secara fisik dan non fisik juga sebagai daya tarik wisata. Secara fisik rumah adat, angkul-angkul (gapura masuk tiap rumah) dan adat keseharian warga dilestarikan. Secara non fisik, ajaran leluhur dan perilaku masyarakat yang ramah, menjaga keamanan dan kebersihan mampu menarik wisatawan.
“Penglipuran memiliki keunikan, karena memiliki komitmen menjaga desa wisata menjaga budaya yang dimiliki. Pelestarian budaya fisik dan non fisik. Meliputi tata ruang desa, Tri Mandale atau tiga zona, dan kalau ada event lomba apapun diikuti saja sebagai sarana evaluasi kinerja kita,” katanya.

Foto bersama usai diskusi di Balai Banjar Desa Wisata Penglipuran Bali

Selain itu tidak kalah pentingnya adalah keseriusan pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat sadar wisata juga sangat penting. Sehingga saat wisatawan masuk kekawasan wisata masyarakat sekitar atau jalur wisata bisa menempatkan diri dengan baik. Dalam mewujudkan kenyamanan, kebersihan, keamanan, keramahan dan lainnya.
Serta membangun sinergitas dengan lintas sektor. “Membangun kerjasama dengan akademisi, praktisi, pemerintah, lembaga kepariwisataan, para media (pers). Pariwisata adalah bisnis jangka panjang yang manfaatnya dirasakan langsung masyarakat dan tidak ada habisnya,” imbuhnya.

Rombongan saat studi banding di Wisata Goa Gajah yang menjadi destinasi wisatawan domestik maupun mancanegara

Pembina Desa Wisata Guwoterus Berbasis Sedekah, Cipnal Muchlip M mengatakan banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan agar Desa Wisata Guwoterus Berbasis Sedekah berkembang.” Banyak yang harus kita perbuat, intinya butuh keseriusan lintas sektor. Kita jangan menyerah dengan kondisi yang sudah ada, tapi kondisi itu yang harua kita ciptakan agar sesuai dengan harapan kita, jangan pernah menyerah. Apa yang kita lakukan untuk Tuban bukan hanya desa, karena wilayaj kita strategis berada di tengah kawasan Tuban. Jika wisata kita kembangkan, dampak positifnya akan meluar ke wilayah sekitar yang jadi perlintasan,” ungkapnya.

Rombongan saat studi banding di kawasan Wisata Pantai Pandawa Bali

Sementara itu, Ketua DPRD Kab. Tuban, M. Miyadi mengatakan studi banding ini awal dari upaya pengembangan wisata berbasis sedekah di Desa Guwoterus dan Tuban pada umumnya. “Ini awal dari segalanya, kita perlu belajar lagi untuk mengembangkan di Tuban. Banyak hal yang harus diperbaiki demi pariwisata di Tuban. Habis ini kita akan tindaklanjuti dengan diskusi,” tegasnya.

Diketahui, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan serta Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Pemkab Tuban mengikuti langsung kegiata ini. RHOFIK SUSYANTO/NAL

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author