Published On: Kam, Agu 13th, 2015

Uji Kir Dishub Tuban Diduga Lahan Pungli

TUBAN

DISHUB TUBAN: Pelaksanaan pengujian kendaraan bermotor atau disebut juga uji kir diduga kuat menjadi lahan subur praktik pungli.

DISHUB TUBAN: Pelaksanaan pengujian kendaraan bermotor atau disebut juga uji kir diduga kuat menjadi lahan subur praktik pungli.

seputartuban.com-Pelaksanaan pengujian kendaraan bermotor atau disebut juga uji kir di lingkungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tuban diduga kuat menjadi lahan subur praktik pungutan liar (pungli).

Anehnya, transaksi pungli atau populer dengan istilah “mel-melan” antara sopir kendaraan dengan petugas pengujiberlangsung terang-terangan di kantin Dishub Tuban.

Dugaan suburnya praktik korupsi dan pungli di lingkungan Dishub yang berada di Jalan Teuku Umar Tuban ini dibenarkan sejumlah warga.

Darmaji (38) pemilik truk engkel bernopol S 8846 HA, contohnya. Dia mengaku pernah menjadi korban para petugas uji kir di kantor tersebut.

Bahkan, Darmaji berani memastikan jika oknum petugas uji kir menarik pungli. “Waktu diminta menyerahkan buku ujinya di loket juga diminta uang,” tutur dia kepada seputartuban.com, Rabu (12/08/2015) siang.

BISIK-BISIK: Seorang sopir menerima arahan dari oknum petugas uji kir Dishub Tuban.

BISIK-BISIK: Seorang sopir menerima arahan dari oknum petugas uji kir Dishub Tuban.

Darmaji mengatakan, pemohon uji kir “wajib” melebihkan uang yang harus dibayarkan. Seperti saat dirinya melakukan uji kir truk engkel dengan nopol S 8846 HA.

Sebelum dipanggil petugas setelah truknya dilakukan pengecekan fisik, Darmaji mneyelipkan amplop warna putih dalam map berisi dokumen dan berkas persyaratan uji kir.

Ketika ditanya apa isi amplop berwarna putih itu, Darmaji cuma tersenyum kecut sembari menggesek-gesek ibu jari dan telunjuknya yang berarti uang.

“Ya bagaimana lagi, Mas. Soalnya kita juga masih ada kerjaan lain. Kalau kita tertahan di sini lama-lama nanti malah tidak bisa kirim barang,” kata Darmaji setelah memberikan amplop warna putih yang ditaruhnya di dalam map.

Menurut dia, untuk denda per lampu yang tidak menyala sebesar Rp 10 ribu. Sedangkan untuk panjang dan tinggi bak truk berikut lainnya yang tidak sesuai ketentuan besaran dendanya tergantung negosiasi dengan petugas.

Darmaji mengimbuhkan, untuk membayar biaya denda saja totalnya bisa mencapai Rp 100-150 ribu. Tergantung banyaknya temuan pelanggaran. Total denda tersebut belum termasuk biaya mengurus perpanjangan buku kir yang besarnya kisaran Rp 130-150 ribu.

“Biaya itu disesuaikan besar kecilnya volume kendaraan,” kata bapak dua anak asal Kecamatan Bancar ini.

A FARAITH: Kami sudah sampaikan kepada seluruh mayarakat yang akan mengurus uji kir sebaiknya diurus sendiri. Toh di pintu masuk sudah kami pasang tulisan uruslah pajak kendaraanmu sendiri jangan lewat calo.

A FARAITH: Kami sudah sampaikan kepada seluruh mayarakat yang akan mengurus uji kir sebaiknya diurus sendiri. Toh di pintu masuk sudah kami pasang tulisan uruslah pajak kendaraanmu sendiri jangan lewat calo.

Sementara Kepala Dishub Tuban, A Faraith, ketika dikonfirmasi dengan tegas menyatakan tidak ada praktik punli pada dinas yang dipimpinnya.

“Kami sudah sampaikan kepada seluruh mayarakat yang akan mengurus uji kir sebaiknya diurus sendiri. Toh di pintu masuk sudah kami pasang tulisan uruslah pajak kendaraanmu sendiri jangan lewat calo,” papar Faraith kepada seputartuban.com melalui sambungan telepon.

Sekadar untuk diketahui, pengujian kendaraan bermotor disebut juga uji kir adalah serangkaian kegiatan menguji atau memeriksa bagian-bagian kendaraan bermotor, kereta gandengan, kereta tempelan dan kendaraan khusus dalam rangka pemenuhan terhadap persyaratan teknis dan laik jalan.

Pelaksanaan pengujian kendaraan bermotor dilakukan oleh penguji yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah. Bagi kendaraan yang memenuhi kelaikan akan disahkan oleh pejabat yang ditunjuk dan akan diberi tanda uji. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author