Published On: Sen, Jul 25th, 2016

Uji Coba Jalur SSA Tuban Kota Dikeluhkan

TUBAN

seputartuban.com – Pemberlakuan kebijakan uji coba Sistem Satu Arah (SSA) di kawasan jalan Tuban Kota menuai keluhan pengguna jalan. Karena selain dinilai sosialisasi kurang maksimal juga berpotensi menyebabkan kemacetan. Karena pertemuan arus lalu lintas dengan jalur utama Pantura.

Rakayasa SSA TubanJalan Basuki Rachmad Kabupaten Tuban sejak Kamis, (21/7/2016) lalu, diberlakukan SSA. Dengan harapan akan mengurai kemacetan yang terjadi di jalan itu seperti biasanya saat jam sibuk. Namun salah satu hasilnya berdampak pengguna jalan yang merasa bingung dan menyulitkan.

Memang jalan Basuki Rachmat nampak sangat lancar dengan pemberlakuan SSA tersebut. Namun kondisi berbeda pada jalan lainya. Terpantau kemacetan sering terjadi di simpang tiga Jalan Gajahmada – Jalan Wacid Hasyim.

Jalur tersebut merupakan titik bertemunya pengguna jalan yang melaju dari wilayah timur jalan Basuki Rachmat, dari simpang 3 SMAN I Tuban menuju barat hingga simpang empat sambong, kemudian penggua jalan diarahkan berbelok kiri dan melalui Jalan Wachid Hasim hingga masuk jalan Gajah Mada.

Pengguna jalan masuk arus lalu lintas Pantura yang sangat padat dari kedua arah. Apalagi tidak ada lampu traffic light maupun petugas pengatur. Sehingga cukup sulit saat pengguna jalan akan belok kiri, namun jika belok kanan tidak terlalu sulit.

Pada titik itu kepadatan kendaraan hingga berpotensi macetnya arus lalu lintas sering terjadi saat siang atau tengah hari. Sedangkan sore hari sekitar pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Sedangkan dari arah barat jalan Basuki Rachmat, pengendara atau pengemudi kendaraan bermotor saat  di simpang empat Sambong diarahkan ke kiri menuju jalan KH Agus Salim. Jika lurus akan sampai di jalan Panglima Sudirman yang juga jalur Pantura Tuban.

Hasilnya antrian kendaraan untuk masuk jalur pantura sering terjadi. Karena jalan tersebut juga padat dengan kendaraan pribadi, penumpang umum, angkutan barang hingga kendaraan bertonase besar.

Nurul Ihsan (22) warga Dusun Lengkong, Desa Lajo Lor, Kecamatan Singgahan dan Umar Faruq (23) warga Dusun Mbajingan, Desa Margosari, Kecamatan Singgahan. Keduanya sempat ditegur petugas karena salah jalur saat melintas di jalan Basuki Rachmad ketika menuju salah satu pusat perbelanjaan.
Banyak pengendara yang masih bingung dengan rute yang harus ditempuh. “Mau  ke supermarket tapi diberhentikan petugas dan disuruh memutar lebih jauh dari biasanya,” keluhnya.

Menanggapi kondisi ini, Kasat Lantas Polres Tuban AKP Dyno Indra Setiadi menjelaskan upaya yang ditempuhnya saat ini untuk mengurai kepadatan hingga potensi macet ialah dengan menon aktifkan traffic ligh untuk sementara waktu.

“Kami sudah menonaktifkan beberapa lampu traffic light, hal itu sebagai upaya untuk mengurangi kepadatan kendaraan hingga mengatasi ekor kemacetan. Ini masih tahap uji coba yang sudah dilakukan sejak tanggal 21 22 23, dan terus kita evaluasi,” imbuh Dyno.

Selain evaluasi dampak kemacetan, beberapa poin yang akan dibahas dalam tahap evaluasinya ialah penentuan penggunaan sistim parkir secara paralel atau seri. Sebagai upaya penataan ulang parkir agar tidak berdampak dan berpotensi menyebabkan kemacetan. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author