Published On: Jum, Jun 8th, 2012

Tuntutan Tidak Ditanggapi, Ratusan Nelayan Palang Blokir Pantura

Share This
Tags

Penulis : Pito Suwarsono

PALANG

seputartuban.com – Unjuk rasa ratusan nelayan di Terminal Transit milik Joint Operating Body – Pertamina Petrochina East Java di Desa Karang Agung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, jumat (08/06/2012) sore berlangsung ricuh.

Karena tuntutannya tidak ditanggapi, ratusan nelayan ini merusak fasilitas proyek dan menghentikan paksa proyek pembangunan pipa saluran minyak ke tengah laut. Selain itu ratusan nelayan yang sudah kesal ini, juga memblokir Jalur Pantura Daendles jurusan Tuban – Gresik, hingga Jalur Pantura lumpuh sekitar 2 jam selama aksi berlangsung.

Ratusan nelayan Desa Karang Agung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, merusak fasilitas proyek berupa diesel, gubuk dan juga pintu pagar di Terminal Transit milik Joint Operating Body – Pertamina Petrochina East Java (JOB-PPEJ) di desa setempat.

Falisitas proyek pembangunan tersebut langsung dirusak oleh para nelayan, dan nelayan juga menghentikan paksa proyek pembangunan saluran pipa minyak ke tengah laut, dan juga melempari alat berat di laut dengan batu.

Unjuk rasa sedikitnya 150 nelayan ini, merupakan buntut dari tuntutan para nelayan, agar dibangunkan fasilitas tambat labuh di dermaga milik nelayan, yang lokasinya tak jauh dari terminal transit tersebut. Namun karena tuntutan para nelayan ini tidak ditanggapi oleh JOB-PPEJ, para nelayan akhirnya turun ke jalan dengan berunjuk rasa.

Tuntutan para nelayan ini cukup beralasan karena sejak adanya pembagunan saluran pipa yang pertama dibangun sejak tahun 1998 lalu. Mereka menganggap dampanya adalah terjadi kerusakan lingkungan seperti matinya terumbu karang. Hingga berdampak matinya habitat laut, yang menjadikan hasil tangkapan ikan nelayan menurun, dan juga jaring nelayan banyak yang rusak akibat tersangkut pipa.

Selain merusak dan menghentikan paksa proyek pembangunan saluran pipa minyak, ratusan nelayan yang sudah kesal ini juga memblokir Jalur Pantura Daendles jurusan Tuban – Gresik, hingga Jalur Pantura tersebut lumpuh total sekitar dua jam, selama aksi berlangsung.

Bahkan sejumlah warga nekad tidur di tengah jalan, hingga jalan tidak bisa dilewati. Sejumlah kendaraan yang melintas memilih memutar balik kendaraannya karena Jalur Pantura di blokir ratusan nelayan.

Karena tuntutannya tidak dikabulkan oleh pihak JOB-PPEJ, para nelayan mengancam akan melakukan aksi susulan, dengan massa yang lebih besar lagi. Shokib Achmadi, korlap aksi kepada para wartawan mengatakan, tuntutannya agar pihak JOB-PPEJ membangun tambat labuh untuk nelayan. Karena selama ini janji-janji pihak JOB-PPEJ tidak pernah direalisasikan, hingga para nelayan berunjuk rasa.

“efek pembangunan ini berdampak pada kerugian para nelayan, banyak terumbu karang yang mati, hingga berdampak pada menurunnya hasil tangkapan ikan nelayan, karena habitat laut terlah rusak akibat pembangunan saluran pipa itu mas,” ujarnya.

Sementara itu hingga berita ini ditulis, tidak ada keterangan resmi dari pihak JOB-PPEJ terkait tuntutan para nelayan tersebut.

Foto : Terminal Transit milik Joint Operating Body – Pertamina Petrochina East Java di Desa Karang Agung, Kecamatan Palang dan saat melakukan aksi blokir jalur pantura

Facebook Comments

About the Author