Published On: Rab, Jul 15th, 2015

Tugur: Non Aktif Bukan Berarti Unirow Tutup

TUBAN

HADI TUGUR:Status non aktif itu bukan berarti Unirow ditutup. Unirow telah memberikan data yang sesuai sehingga status non aktif sudah tidak berlaku bagi Unirow.

HADI TUGUR:Status non aktif itu bukan berarti Unirow ditutup. Unirow telah memberikan data yang sesuai sehingga status non aktif sudah tidak berlaku bagi Unirow.

seputartuban.com-Rektor Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) PGRI Tuban, Hadi Tugur menyatakan jika kampus di Jalan Manunggal yang dipimpinnya melakukan aktivitas perkuliahan sesuai standar yang berlaku.

Hanya saja, dia membenarkan bahwa Unirow saat ini berstatus non aktif alias dibekukan oleh statusnya dibekukan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Namun dia berdalih jika pembekuan tersebut karena adanya perubahan peraturan yang hingga dalam proses untuk kembali dipulihkan.

“Status non aktif ini tidak yang pertama kalinya, sebelumnya juga pernah mengalami hal semacam ini,” tegas Hadi Tugur kepada seputartuban.com, Selasa (14/07/2015) petang.

Dia memaparkan, disanksi non aktif pasca Dikti melakukan sidak ditemukan ada beberapa arsip yang masih kurang, seperti halnya bukti scaner ijazah dan transkip yang tidak ada.

Selain itu, juga disebabkan karena rasio antara dosen dengan mahasiswa tidak seimbang, sehingga Unirow di-non aktif.

“Tetapi status non aktif itu bukan berarti Unirow ditutup. Untuk mengaktifkan kembali status program studi itu, maka harus memenuhi aturan yang berlaku tentang jumlah minimal dosen,” papar intelektual kelahiran Kalitidu Bojonegoro ini.

Dia juga menyebut, sesuai surat Dirjen Dikti nomor 4798/E.E2.3/KL/2015 tertanggal 23 Juni 2015 perihal Jumlah minimal dosen di program tudi dan sanksi ditegaskan setiap program studi harus memiliki minimal enam dosen tetap. Apabila kurang dari ketentuan tersbut per tanggal 31 Juli 2015 status Unirow akan dibekukan.

Tugur menjelaskan, sesuai dengan fakta Kemenristekdiktikemudian menugaskan tim ke empat PTS Jawa Timur, Salah satu misinya terkait indikasi adanya ijazah palsu.

Tim memberikan 30 nomor induk mahasiswa secara acak kemudian universitas diminta untuk melengkapi foto kopi dan transkipnya.

Kata Tugur, masalah ini sudah beres dan ketika dicek sesuai dengan SK yudisium dari fakultas ternyata sudah sesuai dengan laporan kelulusan di PDDIKTI.

“Unirow telah memberikan data yang sesuai sehingga status non aktif sudah tidak berlaku bagi Unirow,” tuturnya.

Sedangkan untuk nencukupi rasio antara dosen dengan mahasiswa, pihak rektorat mengambil tindakan dengan mengeluarkan mahasiswa yang tidak mengikuti UAS selama enam semester. Sehingga rasio antara dosen dengan mahasiswa bisa terpenuhi.

Sebelumnya, ratusan mahasiswa gabungan 15 prodi menduduki kampus di Jalan Manunggal tersebut, Senin (13/07/2015) pagi.

Para mahaiswa meminta pihak yayasan segera bertindak untuk memulihkan geliat perkuliahan di kampus yang dulu bernama IKIP PGRI Tuban tersebut, pasca statusnya dibekukan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author